Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu saat ini memperkuat strategi guna mengurangi sampah di wilayah tersebut hingga 51 persen melalui program pemilahan sampah dari rumah tangga.
Hal tersebut dilakukan sebab saat ini Kota Bengkulu memproduksi sampah sebanyak 280 ton setiap harinya, sehingga diperlukan pola khusus guna mengurangi sampah.
"Kota Bengkulu itu menghasilkan sampah 280 ton per hari. Kita tidak boleh lagi hanya dengan metode ambil, angkut, dan buang. Harus ada pengurangan dari sumbernya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Afriyenita di Bengkulu, Kamis.
Untuk regulasi pengurangan sampah sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah bahwa setiap individu harus melakukan pengurangan sampah dan saat ini Kota Bengkulu diberi target pengurangan volume sampah hingga 51 persen.
Untuk itu, DLH Kota Bengkulu mendorong pemilahan sampah dari rumah tangga, seperti sampah organik akan diolah menjadi kompos, sedangkan untuk sampah anorganik tetap disalurkan ke bank sampah.
Afriyenita menyebut bahwa pemerintah kota dan Wali Kota Bengkulu berkomitmen untuk mengalokasikan dana kelurahan untuk mendukung pengolahan sampah organik.
Nantinya, setiap kelurahan nantinya didorong membuat lubang biopori atau sumur resapan sebagai tempat pengolahan sampah organik, dan diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain kompos dan biopori, lanjut dia, DLH Kota Bengkulu juga akan mengembangkan konsep pengolahan sampah organik berbasis maggot yang nantinya sampah organik akan dijadikan pakan maggot, dan dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele.
"Sampah organik diolah jadi pakan maggot. Maggot ini nanti untuk pakan lele. Lelenya bisa dipasarkan, termasuk untuk mendukung program MBG," ujar dia.
Terang dia, saat ini terdapat beberapa fempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS 3R), di Kota Bengkulu termasuk di Kelurahan Sumber Jaya yang saat ini mulai menerapkan konsep tersebut.
Melalui program pemilahan dari sumber, penguatan peran kelurahan, serta inovasi pengolahan maggot, DLH optimistis target pengurangan 51 persen sampah di Kota Bengkulu dapat dicapai secara bertahap.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026