Presiden Prabowo, semasa masih presiden terpilih, juga telah menemui Presiden Putin di Moskow pada Juli 2024.

Dalam kunjungan pertama dan kedua Presiden, kerja sama dua negara pada sektor energi telah menjadi sorotan. Indonesia dan Rusia saat itu sepakat untuk bekerja sama di bidang energi baru dan terbarukan, serta pengembangan teknologi nuklir.

Presiden Putin menyatakan kesiapan negaranya bekerja sama dengan Indonesia di bidang energi nuklir untuk tujuan damai.

Dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah perang pecah di kawasan negara-negara Teluk dan adanya blokade Selat Hormuz yang menganggu distribusi minyak mentah dunia, Presiden Prabowo melawat ke beberapa negara, yaitu Jepang dan Korea Selatan untuk mengantisipasi ancaman krisis minyak dunia berimbas pada Indonesia.

"Dibilang, Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, saya harus ke mana-mana," kata Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu (8/4).

Presiden menekankan di tengah situasi geopolitik global yang bergejolak, pemerintah perlu aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya sektor energi.

Dalam rapat yang sama, Presiden menyatakan dirinya akan kembali ke luar negeri untuk menjalankan misi serupa.

"Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat, kau tahu ke mana. Amankan (minyak) juga," kata Presiden Prabowo memberi sinyal agenda lawatannya ke Rusia saat rapat bersama menteri-menteri hingga pejabat eselon I.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi/Fathur Rochman
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026