Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu membidik sektor pajak air permukaan sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Dari hasil studi banding kita di Provinsi Riau dan Sumatera Barat, terdapat potensi yang belum optimal, khususnya pada pajak air permukaan. Hal ini harus disolidkan oleh seluruh OPD agar dapat dipetakan dengan baik, sehingga PAD bisa maksimal," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Selasa.

Dia mencontohkan Provinsi Riau yang mampu mengoptimalkan sektor tersebut hingga menghasilkan pendapatan mencapai ratusan miliar rupiah.

Menurut Mian, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pajak air permukaan memiliki potensi besar jika dikelola secara terukur dan terkoordinasi.

Mian menegaskan Pemerintah Provinsi Bengkulu perlu segera memetakan potensi serupa agar dapat meningkatkan kontribusi PAD secara berkelanjutan.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pemotongan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) oleh pemerintah pusat harus menjadi pemicu bagi daerah untuk lebih inovatif dalam menggali sumber pendapatan.

Lebih lanjut, kata Mian, arahan dari pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri juga menekankan pentingnya optimalisasi potensi daerah sebagai langkah strategis dalam menjaga kemandirian fiskal.

Dia mengatakan hal tersebut ketika rapat lanjutan terkait optimalisasi PAD yang digelar sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Bengkulu ke Provinsi Riau dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Dalam rapat itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan untuk mengidentifikasi potensi sumber pendapatan yang belum tergarap maksimal di daerah.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026