Kota Bengkulu (ANTARA) - Insiden keras yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Dewa United Banten FC U-20 berbuntut panjang.
Aksi tendangan kungfu yang dilakukan salah satu pemain Bhayangkara, Fadly Alberto Hengga, tak hanya memicu kecaman publik, tetapi juga berujung pada permintaan maaf terbuka dari sang pemain.
Pertandingan yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4) itu sejatinya berlangsung sengit sejak awal.
Namun, suasana kompetitif berubah menjadi panas memasuki menit-menit akhir pertandingan. Ketegangan mulai meningkat saat wasit mengesahkan gol kedua Dewa United U-20 di menit ke-81 melalui Abu Thalib.
Keputusan tersebut diprotes keras oleh kubu Bhayangkara yang menilai gol itu terjadi dalam posisi offside. Meski mendapat tekanan, wasit tetap pada keputusannya dan pertandingan dilanjutkan.
Baca juga: Arema FC takluk 1-2, Marcos Santos kritik kepemimpinan wasit
Baca juga: Bhayangkara FC hancurkan Semen Padang 4-0, Moussa Sidibe cetak brace
Situasi di lapangan pun semakin memanas. Adu argumen antarpemain dan ofisial tak terhindarkan, hingga akhirnya memicu keributan besar.
Dalam momen kacau tersebut, Fadly Alberto Hengga tertangkap kamera melakukan tendangan keras bergaya kungfu ke arah punggung pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026