Bengkulu (ANTARA) - Inflasi Provinsi Bengkulu hingga April 2026 tercatat menunjukkan kondisi yang tetap terkendali dalam rentang target nasional, ditopang oleh ketersediaan komoditas pokok dengan harga yang lebih baik di pasaran.

"Kondisi inflasi Bengkulu pada April 2026 masih terkendali dan berada dalam sasaran nasional, salah satunya ditopang oleh penurunan harga komoditas hortikultura," kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, Bengkulu, Senin.

Pada April 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami deflasi sebesar 0,05 persen atau inflasi minus 0,05 persen yang dipicu turunnya harga sejumlah komoditas pokok.

Seperti, daging ayam ras mengalami deflasi sebesar 0,18 persen, cabai merah 0,16 persen, emas perhiasan 0,05 persen, serta angkutan antar kota dan tarif kendaraan travel masing-masing 0,02 persen.

Penurunan harga terjadi pada komoditas hortikultura kata dia seperti cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, tomat, dan sawi yang dipicu oleh peningkatan produksi serta pasokan dari dalam maupun luar daerah.

Kondisi ini turut menahan laju inflasi di tengah adanya tekanan kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran lainnya.

Win Rizal mengatakan, inflasi Bengkulu pada April 2026 dicatat sebesar 0,35 persen untuk inflasi bulanan (mtm). Angka tersebut memang mengalami sedikit kenaikan dibanding Februari 2026 yang dicatat 0,28 persen (mtm).

Namun, kata dia jika dilihat dari inflasi tahunan, angka yang dicatat Provinsi Bengkulu pada April ini jauh lebih baik yakni sebesar 1,87 persen (yoy), dibanding Februari sebesar 2,85 persen dan Januari 2026 sebesar 3,88 persen (yoy).

Meski inflasi Bengkulu berada dalam rentang target nasional pada April ini, Win Rizal tetap mengingatkan potensi dorongan inflasi yang perlu diantisipasi pada bulan berikutnya karena adanya hari besar keagamaan nasional dan juga memasuki libur sekolah dan tahun ajaran baru.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026