Purwokerto (ANTARA) - Khatib Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, Ustadz Agus Miftah mengajak umat Islam menghayati makna ibadah kurban dengan menghindari sikap egois, tamak, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Dalam khutbah usai Shalat Id dengan imam Ustadz Ahmad Fajri Amirudin, ia mengatakan Idul Adha menjadi kesempatan memperkuat ketakwaan, kepedulian sosial, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi pendidikan rohani agar manusia mampu menyembelih sifat egois, tamak, bakhil, dan cinta dunia yang berlebih-lebihan,” katanya di hadapan ribuan umat Islam.
Ia mengatakan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menunjukkan tentang tauhid diwujudkan melalui ketaatan, pengorbanan, dan kesabaran dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Menurut dia, iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan amal nyata dan kepedulian terhadap sesama.
Oleh karena itu, umat Islam diminta memanfaatkan bulan Zulhijjah untuk memperbanyak amal saleh seperti zikir, istighfar, membaca Al Quran, sedekah, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menyinggung berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari kemiskinan, kehilangan pekerjaan, hingga maraknya judi daring dan pinjaman daring ilegal yang berdampak pada kehidupan keluarga.
Terkait dengan hal itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan kalangan mampu, memperkuat semangat tolong-menolong melalui zakat, infak, sedekah, dan kurban.
“Ibadah kurban mengajarkan bahwa semua yang dimiliki hanyalah titipan Allah. Dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan,” katanya.
Pewarta: SumarwotoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026