Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Kelompok Tani Benda Vold II di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengajukan adendum anggaran kepada Kementerian Pertanian agar bisa menyelesaikan program bantuan pembangunan jalan sentra produksi perkebunan di wilayahnya.
Ketua Kelompok Tani Benda Vold II Desa Ujung Padang, Kabupaten Mukomuko Agustian di Mukomuko, Selasa, mengatakan, dengan adanya kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) solar non-subsidi, maka terjadilah eskalasi harga satuan yang belum terpasang di lapangan seperti masalah peralatan dan material lainnya.
"Dengan adanya minyak non-subsidi ini naik, maka berdampak kepada harga satuan. Supaya vendor yang kita tunjuk tidak dirugikan dan kegiatan fisik dapat terlaksana sesuai dengan rencana, sehingga kami ajukan adendum," katanya.
Kelompok Tani Benda Vold II di Kabupaten Mukomuko menerima program bantuan sarana dan prasarana dari.BPDPKS untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.
Harga BBM jenis solar non-subsidi mengalami kenaikan dari sebesar Rp14.800 per liter menjadi Rp24.150 per liter, lalu harganya naik lagi menjadi Rp26.600. Jadi dari semula Rp14.800 dengan Rp26.600 per liter sehingga terjadi selisih kenaikan harganya adalah Rp11.800 per liter.
"Kami sudah sampaikan alasan perubahan untuk adendum kontrak ini. Mudah-mudahan di bawah tangga 20 Juni 2026 pekerjaan bisa dilanjutkan kembali.
Sementara itu, pekerjaan pembangunan jalan sentra produksi perkebunan ini tahun jamak dan akan berakhir pada tanggal 20 Desember 2028, dan kegiatan ini mulai pelaksanaannya pada tanggal 27 Februari 2025.
Perkembangan kegiatan fisik pembangunan pada saat ini yang baru terpasang itu adalah 40 persen sehingga masih tersisa yang belum terpasang itu sekitar 60 persen.
dia menjelaskan, bahwa kegiatan fisik pembangunan jalan sentra produksi perkebunan di Kecamatan Kota Mukomuko sepanjang 11,4 kilometer.
Dia memastikan, jika pekerjaan ini terlaksana 100 persen, maka pemerintah melalui kelompok taninya sebagai pelaksana pembangunan telah menyelamatkan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat Kecamatan Kota Mukomuko khususnya di Desa Ujung Padang dan Kelurahan Pasar Mukumuko seluas sekitar 2.000 hektare.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026