...Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Dimana untuk kedua daerah ini perharinya bisa terjual ribuan bungkus kerupuk dengan keuntungan perhari mencapai Rp3 juta,"...
Lubuklinggau (ANTARA Bengkulu) - Usaha pembuatan kerupuk kulit atau jangek di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan, saat ini memiliki prosfek cukup cerah dan menjanjikan dengan keuntungan mencapai Rp3 juta perhari.

"Pangsa pasar kerupuk kulit atau jangek ini meliputi seluruh rumah makan dan warung bakso yang ada di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Dimana untuk kedua daerah ini perharinya bisa terjual ribuan bungkus kerupuk dengan keuntungan perhari mencapai Rp3 juta," kata Bukri Effendi (40) perajin kerupuk kulit yang ada di jalan Keswari, Kelurahan Bandung Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Minggu.

Kerupuk kulit yang dijual Bukri pada kedua daerah tersebut kata dia, terbuat dari kulit sapi dan kerbau dengan harga jual perkillogram seharga Rp50.000 dan Rp500 per bungkus.

Usaha pembuatan kerupuk kulit itu sendiri, merupakan warisan dari orang tuanya yang bernama hajjah Darosni, yang telah membuka usaha itu sejak 1970 lalu dan saat ini nama orang tuanya itu dijadikan nama pada kemasan produk dihasilkan Bukri.

Berkat kerja keras dan ketekunan usahanya, Bukri yang mengaku mendapat pinjaman modal usaha dari Bank Sumsel-Babel Syariah Palembang tersebut saat ini dalam setiap harinya bisa mendapatkan keuntungan Rp2,5 hingga Rp3 juta.

Keuntungan yang diperolehnya setiap hari itu tambah dia, selain digunakan untuk membayar gaji delapan karyawan tetapnya, juga digunakan untuk keperluan rumah tangga, biaya pendidikan anak, membayar angsuran pinjaman bank dan selebihnya di tabung.

Dalam menjalankan usaha pembuatan kerupuk kulit di daerah itu kata dia, dirinya tidak memiliki rahasia khusus dan hanya mengandalkan mutu produk dengan tidak menggunakan bahan pengawet serta menggunakan kulit sapi atau kerbau yang sehat.

Untuk itu dia berharap usahanya itu dapat terus berkembang sehingga nantinya akan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dan memberikan peningkatan tarap hidup para pekerjanya.

Sementara itu menurut Iwansyah (34) salah seorang pelanggan kerupuk Darosni mengatakan, kerupuk yang dihasilkan Bukri tersebut memiliki rasa yang enak, renyah dan harganya cukup terjangkau serta pembuatannya dijamin kesehatannya yang bisa dijadikan lauk makan atau bahan cemilan.(ant)



Editor : Ferri Aryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026