Palembang (ANTARA) - Sejumlah pedagang burung pipit meraih omset hingga puluhan juta rupiah dari hasil berjualan saat Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
"Kami bersyukur ya setiap tahun saat Imlek di Kota Palembang dapat berjualan burung pipit dan mampu menjual hingga 500 ekor burung per hari sejak H-3 kami sudah berjualan," kata Akhmad (50) seorang pedagang burung pipit di kawasan Klenteng Dewi Kwam Im Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Selasa.
Menurutnya burung pipit saat Imlek di Palembang menjadi buruan warga Tionghoa untuk dilepasterbangkan dan menjadi kepercayaan sebagai ritual membuang sial dan dapat mendatangkan rejeki.
Ia menyebutkan, warga Tionghoa biasanya membeli dengan memborong burung pipit kemudian akan dilepaskan di waktu pagi, siang, sore, bahkan malam hari.
Sementara hanya dengan harga berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per ekor, pedagang mampu menjual hingga ribuan ekor burung pipit.
"Ini sudah menjadi musiman untuk menjual burung pipit saat Imlek dan juga biasanya saat Cap gomeh, banyak sekali warga Tionghoa yang membelinya bahkan memborong burung pipit ini untuk dilepaskan kembali," katanya.
Hal senada dikatakan Rusnadi (46) seorang pedagang burung pipit yang ketiban rejeki saat Imlek di Palembang.
Dia bersyukur setiap tahun saat Imlek di Kota Palembang dapat berjualan burung pipit dan mampu menjual hingga 500 ekor burung per hari sejak H-3 Imlek yang sudah berjualan.
Sementara itu saat Imlek di Palembang tepatnya di Kelenteng Kwam Im yang merupakan tertua di Bumi Sriwijaya tersebut, berlangsung ramai, dengan konsep berwarna merah.
Berbagai aktivitas dilakukan mulai dari melepaskan burung pipit, adapula penampilan barongsai yang menarik perhatian anak - anak khususnya.
