Hukman, pedagang kelapa di Kota Bengkulu, Senin mengatakan selama ini setiap bulan Ramadhan pasokan kelapa muda dari petani di daerah ini cukup lancar, tapi pada puasa tahun ini jauh pasokab barang tersebut berkurang, sedangkan permintaan dari konsumen meningkat.
"Biasdanya pada bulan puasa sebagian besar wara Bengkulu mencari kelapa muda hijau karena bisa memberikan khasiat khusus untuk meredahkan dahaga saat berbuka puasa," ujarnya.
Sementara mencari buah kelapa hujau itu sangat sulit, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya pasokan dari petani cukup banyak. Berkurangnya papsokan kelapa muda itu ada beberapa faktor antara lain kebun kelapa berubah fungsi menjadi kebun kelapa sawit dan permintaan buah kelapa muda terjadi sepanjang tahun.
Para pedagang di kawasan pantai panjang setiap hari menjual kelapa muda karena peminatnya tidak hanya warga Bengkulu, tapi warga dari luar Bengkulu bahkan warga Korea juga doyan makan kelapa muda. "Kami salah satu pelanggan warga Korea yang bekerja di beberapa pertambangan batu bara di Bengkulu, setiap libur ia beriwsata ke pantai panjang untuk memakan kelapa muda," ujarnya.
Pedagang kelapa muda lainnya, Roni juga mengeluhkan sulitnya mencari pasokan kelapa muda, sedangkan pelanggan dari Kabupaten Seluma dan Bengkulu Tengah hanya memasok seadannya. Harga jual buah kelapa muda biasa Rp15.000/butir dan kelapa muda hijau di jual Rp20.000/butir, naik dari harga hari-hari biasa yang rata-rata Rp10.000/butir.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Riky Gunarwan mengatakan, buah kelapa dalam di Bengkulu mulai berkurang karena arealnya makin berkurang. Petani kelapa di daerah itu cendrung menanam kelapa sawit karena secara ekonomis sanga menguntungkan, bila menjual buah kelapa biasa.
Namun pihaknya tetap berupaya untuk mempertahakan keberadaan kelapa dalam yang ditanam petani disepanjang kawasan pantai Bengkulu. "Kita memprogramkan pengadaan bibit kelapa dalam untuk dibagikan secara gratis kepada petani, sehingga mereka masih tertarik untuk menenam kelapa," ujarnya.(Z005)
Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026