..."Luasan kebun karet rakyat dalam delapan kecamatan di Kota Lubuklinggau saat ini seluas 13.400 hektare, dimana dari luasan itu 30 persen kondisinya sudah tua atau tidak produktif lagi sehingga harus diremajakan,"...Lubuklinggau (ANTARA Bengkulu) - Sekitar 30 persen kebun karet rakyat di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, tidak produktif dari areal keseluruhan 13.400 hektare.
"Luasan kebun karet rakyat dalam delapan kecamatan di Kota Lubuklinggau saat ini seluas 13.400 hektare, dimana dari luasan itu 30 persen kondisinya sudah tua atau tidak produktif lagi sehingga harus diremajakan," kata Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (DTPPK) Lubuklinggau, Abu Bakar, Kamis.
Kebun karet yang tidak produktif tersebut kata dia, kendati masih menghasilkan namun jumlah getahnya cuma sedikit, sehingga pendapatan petani tidak lagi maksimal. Kebun karet tua di daerah itu, umumnya telah berumur diatas 15-20 tahun dengan jenis karet alam.
Untuk itu pihak pemkot setempat sudah menyiapkan 25.000 batang bibit karet gratis yang akan dibagikan kepada petani di daerah itu, sehingga nantinya dapat menjaga produksi karet yang dihasilkan petani dalam setiap tahunnya.
Bibit karet yang akan dibagikan secara gratis ini akan disalurkan melalui kelompok tani. Untuk mendapatkan bantuan bibit ini petani karet harus bergabung dengan kelompok tani yang selanjutnya mengajukan profosal permintaan bantuan dengan melampirkan nama-nama anggota kelompok dan diketahui lurah masing-masing wilayah.
Tanaman karet di daerah merupakan komuditas andalan Kota Lubuklinggau disamping kebun kopi, sawit dan pertanian. Produksi karet daerah setempat pada 2011 lalu kata dia, mencapai 17.000 ton.
Diharapkan dengan adanya pembagian bibit karet gratis ini nantinya akan membantu kalangan petani karet di daerah itu dalam meremajakan kebun mereka dan juga membantu penambahan perluasan kebun baru yang dibuka warga setempat.(nmd)
Editor : Ferri Aryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026