.....Sumber daya alam berupa bambu sangat melimpah di daerah itu, sangat potensial untuk diolah menjadi kerajinan dan berbagai produk.....Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu mendatangkan instruktur dari luar daerah untuk membina 30 orang pengrajin bambu di Kabupaten Lebong.
"Pelatihan diadakan di Lebong karena sumber daya bambu untuk bahan pelatihan melimpah, kami mendatangkan instruktur dari luar daerah," kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Supriyani di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan pelatihan bagi pengrajin bambu selama lima hari tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kabupaten Lebong kata dia dengan luas kawasan hutan lindung mencapai 70 persen sangat sesuai untuk pengembangan industri kecil. "Sumber daya alam berupa bambu sangat melimpah di daerah itu, sangat potensial untuk diolah menjadi kerajinan dan berbagai produk," tambahnya.
Selain melatih pengrajin bambu, Disperindag juga terus meningkatkan pembinaan terhadap pengrajin lainnya seperti pembatik dan pengrajin kulit kayu lantung serta industri makanan khas Bengkulu. Untuk pembatik kata dia dilatih dalam hal pewarnaan kain menggunakan bahan alami.
"Batik `besurek` yang memiliki motif khas Bengkulu cukup digemari dan kami melatih pengrajin untuk mengenal pewarna alami," katanya. Sedangkan untuk pengrajin kulit kayu lantung terus dibina untuk memperbanyak ragam produk.
Produk dari kulit kayu lantung yang ada saat ini antara lain tas, rompi, topi, sandal dan sebagainya. Ia mengatakan industri kecil menengah yang paling menonjol adalah kain besurek, kulit kayu lantung dan makanan khas.
Sementara potensi industri kecil menengah lainnya yang dapat dikembangkan yakni batu akik. "Bahan bakunya banyak di Bengkulu tapi kami belum fokus pada pembinaan pengrajin karena berbagai kendala," ujarnya.
Pengrajin batu akik di Kota Bengkulu Rapi mengatakan selain membutuhkan pembinaan dalam pembuatan produk, mereka juga membutuhkan bantuan permodalan.
"Pernah mendapat pembinaan di luar kota tapi sudah lama sekali, kami kesulitan modal untuk mengembangkan usaha," katanya.(rni)
Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026