Tingginya angka kelahiran di wilayah itu akibat kesulitan akses informasi dan pelayanan bagi masyarakat setempat tentang sektor kependudukan, kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu Widati,di Bengkulu, Minggu.
Ia mengatakan, dalam menjalankan program nasional sektor kependudukan, di pedesaan itu perlu langkah prioritas penggarapan program KB bagi masyarakat setempat.
KB bagi masyarakat wilayah perkotaan telah menjadi kebutuhan sehingga angka kelahiran ibu di wilayah perkotaan dapat dikendalikan.
Namun terjadinya laju pertumbuhan penduduk di kota dapat disebabkan mobilitas penduduk dari luar termasuk dari desa-desa.
Meski demikian, penggarapan KB masih memerlukan beberapa langkah untuk mencapai sasaran pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.
Menurut dia, permasalahan kependudukan cukup kompleks yang tak hanya pada aspek pertumbuhan penduduk akan tetapi terdapat juga langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Untuk mencapai sasaran itu, katanya sangat diperlukan pemahaman makna kependudukan dan demografi.
Perkembangan penduduk secara kuantitas suatu wilayah dipengaruhi oleh fertilitas atau kelahiran, mortalitas atau kematian dan mobilitas akan memberikan dampak terhadap lingkungan, di samping faktor tingkat kemakmuran individu dan teknologi.
Tekanan penduduk disuatu wilayah atau daerah terjadi ketika adanya gejala "overpopulasion" dibandingkan dengan daya dukung ("carrying capacity").
Kemampuan lingkungan alam beserta segenap unsur dan sumbernya untuk menunjang perikehidupan manusia serta mahluk lain secara berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan penduduk yang ditentukan oleh standar hidup yang diinginkan, ujarnya. (ant)
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026