.....Waktu saya bertugas di Rejang Lebong sepuluh tahun lalu, permintaan sayur di daerah itu sudah dirintis pengusaha dari Jambi.....
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Produksi sayur dari Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, hingga saat ini sudah merambah ke pasar mancar negara yaitu Singapura dan Malaysia.

Pasokan sayur Bengkulu ke negara tetangga itu melalui Batam dengan menggunakan peti kemas dari Jambi, kata Kepala Dinas pertanian Provinsi Bengkulu Edi Nevian, Selasa.

"Waktu saya bertugas di Rejang Lebong sepuluh tahun lalu, permintaan sayur di daerah itu sudah dirintis pengusaha dari Jambi," katanya. Hingga sekarang pasokan sayur Bengkulu tersebut sudah berjalan meskipun belum dalam jumlah besar karena terkendala angkutan darat dari Bengkulu-Jambi.

Ia mengatakan, angkutan sayur itu mestinya menggunakan kontainer pendingin, namun saat ini masih tetap menggunakan peti kayu. Sampai di Jambi sayur itu dalam kondisi setengah segar, terutama jenis kol, sawi putih, bunga kol dan jenis daunan lainnya.

Kalau jenis tomat, kacang buncis, kentang, cabai, terong panjang dan wortel tetap masih segar, namun belum bisa membawa dalam jumlah banyak. Ke depan ia mengharapkan, para pengusaha dapat menggunakan angkutan memiliki kotak pendingin, sehingga semua jenis sayur itu tetap segar sampai ditujuan.

Selain itu pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga diharapkan dapat mendukung fasilitas pertanian yang memadai, sehingga produksi sayur di daerah itu selalu terjamin. "Kami dari provinsi akan memberikan fasilitas yang diperlukan para petani di daerah itu seperti traktor tangan dan mesin perontok padi," katanya.

Seorang toke sayur di Rejang Lebong Mahmud mengatakan, pihaknya selama ini kesulitan memenuhi permintaan sayur dari provinsi tetangga termasuk Jambi.  Disamping produksi petani menurun akibat kekurangan sarana, juga sarana angkut sayur itu masih menggunakan truk biasa. Padahal permintaan sayur dari luar Bengkulu setiap minggu mencapai ratusan ton, hal itu belum terpenuhi, ujarnya.(Z005)


Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga

COPYRIGHT © ANTARA 2026