Meskipun demikian permintaan untuk pengerjaan penyelesaian proyek masih ada, namun tidak sebanyak permintaan sebelumnya, kata seorang pedagang bahan bangunan di Kota Bengkulu Anton, Selasa. Ia mengatakan, bahan bangunan masih dominan dipesan kounsumen antara lain semen berbagai ukuran, besi beton, batu blondos dan bata merah sedangkan stok cukup.
Permintaan akan semen stiap bulan sudah dibawah 1.000 zak, besi beton dan bahan bangunan lainnya rata-rata turun 60 persen. Sementara pasokan bahan bangunan di Bengkulu masih mengandalkan angkutan darat, sehingga harga tidak jual tetap berfluktuasi.
"Kami banyak menampung keluhan masyarakat setelah harga hasil perkebunan turun, mereka kesulitan melanjutkan bangunan pribadi seperti rumah pribadi dan rumah bedengan akibat harga bahan bangunan masih tinggi," ujarnya.
Namun harga bahan bangunan tersebut tidak bisa direkayasa, kecuali distributor mengirim barang ke Bengkulu lewat transportasi laut, sepanjang masih melalui jalan darat harga tetap seperti sekarang, ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk harga besi beton ukuran 6 mm panjang 12 meter dijual 12.000/batang, ukuran 8 mm dijual Rp41.000, uk 10 mm Rp65.000 dan besi beton ukuran 12 mm dijual Rp96.000/batang. Besi beton diminati warga Bengkulu sebagian besar produksi Kratau Stil (KS), namun ada juga memberli besi banci dari Medan, Sumut, ujarnya.
Kabid Perdagangan Dinas perdagangan Kota Bengkulu Rahman, mengatakan, permintaan berbagai jenis bahan bangunan termasuk semen hingga saat ini mulai menurun, namun stok tetap cukup. Hal itu diketahui berdasarkan evaluasi terhadap bahan bangunan hingga Oktober 2012, setelah itu permintaan akan jenis kayu-kayuan hingga bambu juga tetap masih ada.
Ia mengatakan, meskipun permintaan akan bahan bangunan itu mulai berkurang, tapi harga jenis besi beton dan lainnya terkendali setelah sebelumnya terjadi berpeluktuasi.(Z005)
Editor : Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.