.....Sejak di Madinah Hafsah sempat mendapatkan perawatan dan tetap melaksanakan ibadah haji di Mekkah dan wukuf di Padang Arafah, namun sepulang dari wukuf, yang bersangkutan meninggal dunia.....
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Seorang anggota jamaah haji Kloter 7 asal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Hafsah bin Mat Yasif (72), meninggal dunia di Mekkah, Selasa (30/10) malam waktu Arab Saudi.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Suardi Abbas, Kamis mengatakan Habsah meninggal akibat sakit yang dideritanya sejak melakukan wukuf di Arafah.

"Sejak di Madinah Hafsah sempat mendapatkan perawatan dan tetap melaksanakan ibadah haji di Mekkah dan wukuf di Padang Arafah, namun sepulang dari wukuf, yang bersangkutan meninggal dunia," katanya.

Suardi yang tengah berada di Medan, Sumatra Utara, menyambut kepulangan Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah yang juga melakukan ibadah haji mengatakan jamaah meninggal itu sudah menyandang status haji.

"Karena sudah menyempurnakan ibadah haji terakhir, yakni wukuf di Arafah," ujarnya.

Ia mengatakan jenazah Hafsah sudah dimakamkan di Soraya, sekitar 25 kilometer dari Kota Mekkah.

"Kepada sanak saudaranya agar merelakan kepergiannya, karena dia sudah mendapatkan status haji dan InsyaAllah masuk surga," ujarnya.

Suardi mengatakan dari 1.614 orang jemaah haji asal Bengkulu, hanya seorang yang meninggal dunia, sedangkan  kondisi jamaah haji lainnya dalam keadaan sehat.

Mereka hanya menunggu waktu kepulangan yang dijadwalkan pada 7 November 2012 untuk tiga kabupaten, yakni Kaur, Seluma dan Lebong.

Sedangkan kloter lainnya dari tujuh kabupaten dan kota menyusul dan dijadwalkan akan tiba di Padang pada 8 November dan kembali ke Bengkulu pada 9 November.

Sementara Plt Gubernur Bengkulu direncanakan akan tiba pada Kamis (1/11) pukul 21.00 WIB, melalui Bandara Polonia, Medan, dan dijadwalkan tiba di Bengkulu pada Jumat (2/11).

"Plt Gubernur Bengkulu akan tiba di Bengkulu besok bersama Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli," katanya. (ANT)



Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026