Pria asal Skotlandia itu membawa Liverpool selesai di urutan kedelapan Liga Primer Inggris dan memenangi Piala Liga, tropi pertama dalam enam tahun terakhir.
Meskipun begitu, karir Dalgish bersama tim Merseyside itu diwarnai aksi rasisme Luis Suarez yang berujung pada larangan bermain delapan laga setelah dinyatakan bersalah.
Saat itu, Suarez melakukan tindakan rasisme kepada pemain Manchester United Patrice Evra.
Pemilik Liverpool yang memiliki Fenway Sports Group merasa dipermalukan oleh upaya Dalgish yang mendukung striker Uruguay itu.
Dalgish mengatakan bahwa pemilik klub yang memecatnya bukan berdasar dukungannya terhadap Suarez.
"Saya bisa tidur nyenyak, semua terserah pemilik klub."
Namun Dalgish mengatakan sudah seharusnya Liverpool bertanggung jawab atas tindakan rasisme Suarez yang telah menjadi bagian klub.
"Saya merasa tidak etis jika saya tidak membantunya karena saya adalah manajernya," kata dia.
"Terdapat orang yang lebih cerdas dan hebat dibanding saya ketika ada dalam situasi seperti itu."
"Saya pikir klub telah memutuskan karena pengambil keputusan bukan hanya saya," kata Dalgish.
Sementara itu, mantan pelatih Liverpool itu meminta Persatuan Sepak Bola Inggris (FA) konsisten menegakkan aturan antirasisme.
Dia membandingkan hukuman Suarez yang dilarang bermain dalam delapan pertandingan tapi kapten Chelsea John Terry hanya empat pertandingan.
Terry dinyatakan bersalah oleh FA setelah melakukan tindakan rasisme terhadap Anton Ferdinand.
"Tidak ada tempat untuk rasisme di sepak bola dan FA bertanggung jawab untuk memberantasnya," kata Dalgish.
"Mereka harus menegakkan hukum yang independen." Hukuman tindakan rasisme Suarez dan Terry memiliki perbedaan hukuman karena berbeda orang dan pemahaman.
"Kenapa tidak disamaratakan?," kata Dalgish.
: Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.