Sejumlah warga di Kelurahan Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menutup paksa tempat pembuangan sementara sampah di wilayahnya karena dinilai telah mencemari udara di pemukiman penduduk.
 
Ketua Karang Taruna Kelurahan Banda Ratu Kecamatan Kota Mukomuko Weri Tri Kusumaria di Mukomuko, Minggu, penutupan tempat pembuangan sampah karena adanya kesepakatan seluruh warga.
 
Ia mengatakan, selama ini warga di wilayah ini sudah resah dan terganggu dengan bau busuk sampah karena lokasi tempat pembuangan sampah di lapangan bola kaki dan berada di tengah pemukiman warga.
 
“Mulai sekarang tidak ada lagi warga baik dari dan luar wilayah ini yang membuang sampah di tempat pembuangan sampah tersebut," ujarnya.
 
Ia mengatakan, menutup tempat pembuangan sampah tersebut dengan cara dipagar keliling dengan menggunakan seng.
 
Selanjutnya semua sampah milik warga yang ada di tempat pembuangan sampah yang berserakan sudah kita bersihkan dan dibuang di tempat pembuangan akhir sampah.
 
Ia menyatakan, meskipun tidak ada lagi tempat pembuangan sampah di wilayah ini, namun warga menjalin kerja sama dengan BUMDes untuk membuang sampahnya.
 
Pemerintah Kelurahan Banda Ratu telah menjalin kerjasama dengan BUMDes Pulau Berantai, Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko untuk mengambil sampah milik warga di wilayah tersebut.
 
Sementara itu Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko Budiyanto mengatakan sangat mengapresiasi upaya warga menutup tempat pembuangan sampah di wilayahnya.
 
Menurutnya, jika dari awal warga itu mau membuang sampah di tempat pembuangan sampah maka penutupan tidak terjadi.
 
"Namun warga membuang sampah di luar bangunan tempat pembuangan sampah sehingga sampah tersebut menimbulkan bau busuk dan mencemari udara di wilayah ini," ujarnya.
 
Ia berharap, daerah ini terbebas dari sampah yang berserakan di luar tempat pembuangan sampah maupun yang di pemukiman penduduk di daerah ini.
 
 

Pewarta: Ferri Aryanto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023