Tim Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini tengah melakukan penyelidikan dugaan pungutan liar terhadap para guru di dinas pendidikan dan kebudayaan setempat.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Rejang Lebong yang juga Waka Polres Rejang Lebong Kompol Yusiady di Mapolres Rejang Lebong, Jumat, mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari pihak-pihak yang dirugikan dan baru mendapat informasi dari media sosial yang menyebutkan adanya dugaan pungli yang dialami sejumlah guru di wilayah itu.

"Kami sudah melakukan pengecekan dengan tim kami dan saat ini masih sedang berjalan. Kami akan menelusuri kebenaran adanya surat pengaduan tersebut serta mengeceknya ke dinas terkait," kata dia.

Dia menjelaskan laporan adanya dugaan pungli itu sendiri belum masuk ke website Saber Pungli Rejang Lebong maupun ke sekretariat, kendati demikian pihaknya akan menindaklanjutinya.

Penelusuran atau penyelidikan dugaan pungli yang dilakukan salah satu oknum di Dinas Dikbud Rejang Lebong itu guna memastikan ada tidaknya pungutan liar yang dilaporkan warga melalui media sosial ini.

Sebelumnya sejumlah guru di Kabupaten Rejang Lebong mengeluhkan adanya pungutan liar yang dilakukan oknum di Dinas Dikbud Rejang Lebong dalam pengurusan data dapodik serta pengurusan dana BOS. Keluhan ini dibuat para guru dalam bentuk surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Di lain Pihak ketua Komisi I DPRD Rejang Lebong Juwita Astuti menyatakan pihaknya mengecam ulah oknum di dinas terkait yang melakukan pungutan liar terhadap pengurusan administrasi di Dikbud setempat dan meminta pihak terkait menindak oknum ini.

"Kita minta dinas terkait membentuk tim khusus dan memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan yakni dipecat," terang Juwita.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023