Rejanglebong (Antara) - Volume angkutan sampah selama Bulan Ramadhan di Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu,  mengalami peningkatan drastis dibandingkan hari biasa dari 10 ton menjadi 15 ton.

"Volume sampah khusus untuk Pasar Atas, Pasar Bang Mego, Pasar De dan Pasar Kaget perharinya mencapai dua truk atau lebih dari 15 ton. Jumlah sampah dari pasar ini mengalami peningkatan drastis dibandingkan hari biasanya sekitar 7-10 ton," kata Kabid Kebersihan pada badan lingkungan hidup kebersihan dan pertamanan (BLHKP) Kabupaten Rejanglebong, Herman di Rejanglebong, Jumat.

Peningkatan sampah dari pasar tradisional di daerah tersebut kata dia, dinominasi sampah bekas buah kelapa muda, bambu pembungkus lemang ketan, sayuran, plastik dan jenis sampah lainnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah ini pihaknya tambah dia, telah menerjunkan 25 petugas khusus di pasar tradisional yang juga menjadi pusat 
jajanan makan dan minuman berbuka puasa. Petugas ini dikerahkan sejak awal Ramadhan hingga H+3 lebaran mendatang.

Selain terjadi peningkatan sampah di sejumlah pasar tradisional, angkutan sampah dalam lima kecamatan di daerah itu sejak sebulan belakangan juga mengalami 
kenaikan dari 20-25 ton per hari menjadi 40-50 ton.

Sampah buangan yang dikumpulkan 350 petugas kebersihan yang ada di daerah itu kata dia, setiap harinya diangkut petugas ke TPA Jambu Keling Kecamatan Bermani Ulu serta TPA Kecamatan Padang Ulak Tanding.

Sementara itu terbatasnya kendaraan operasional angkutan sampah yang dimiliki pihaknya saat ini membuat pengangkutan sampah dilakukan hingga larut malam.

"Dari 10 unit kendaraan operasional yang dimiliki BLHKP Rejanglebong yang dalam kondisi baik dan layak jalan hanya empat unit, sedangkan dua unit lainnya sudah tidak 
bisa beroperasi dan empat unit lainnya kondisinya sering rusak karena umurnya sudah lebih dari 20 tahun," katanya.***4***

Pewarta: Nur Muhammad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2015