Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tahun 2024 mendapat penambahan vaksin antirabies (VAR) sebanyak 100 vial dari pemerintah provinsi setempat.

Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo di Mukomuko, Kamis, mengatakan tambahan VAR sebanyak 100 vial dari pemerintah provinsi telah dijemput oleh petugas instansinya ke provinsi.
 
"Stok VAR tahun 2023 masih ada di dinas, yakni sebanyak 54 vial, dan masa berlaku VAR yang ada di dinas ini masih lama tahun 2025," ujarnya.

Baca juga: DLH Mukomuko edukasi warga pilah sampah rumah tangga
 
Ia mengatakan, saat ini stok VAR tersebar di gudang dan enam puskesmas yang sudah menjadi pusat rabies center.
 
Ia menambahkan, termasuk tambahan VAR sebanyak 100 vial dari pemerintah provinsi dibagikan ke enam rabies center yang tersebar di sejumlah kecamatan daerah ini.
 
"Kita mendistribusikan VAR ke enam rabies center guna mendekat pelayanan kesehatan bagi warga yang menjadi korban gigitan hewan penular rabies," ujarnya.

Baca juga: KPU coret empat parpol di Mukomuko
 
Sementara itu, ia mengatakan, instansinya selama tahun 2023 menangani sebanyak 128 kasus gigitan hewan penular rabies yang tersebar di sejumlah wilayah daerah ini.
 
Jumlah kasus gigitan HPR tahun 2023 sebanyak 128 kasus, atau meningkat drastis dibandingkan tahun 2022 sebanyak 60 kasus.
 
"Kasus gigitan HPR sebanyak 128 kasus tersebut terdiri atas kucing, anjing, dan kera," ujarnya.
 
Ia mengatakan, dari sebanyak 128 kasus gigitan HPR tahun 2023 tersebut, sebanyak 56 kasus gigitan HPR jenis anjing, sebanyak 64 kucing, dan delapan kasus gigitan kera.

Baca juga: Produksi perikanan tangkap Mukomuko capai 24.190 ton
 
Ia mengatakan, kasus gigitan kucing selama tahun 2023 tertinggi dibandingkan anjing dan kera, untuk itu warga perlu waspada terhadap hewan yang dipelihara di dalam rumah tersebut.
 
Kemudian, ia mengungkapkan, dari sebanyak 115 kasus gigitan HPR, empat orang di antaranya digigit dua anjing yang dinyatakan positif rabies. Namun, orangnya tidak positif rabies.
 
Empat orang dari wilayah Kecamatan Pondok Suguh itu digigit dua anjing yang positif rabies pada kurun waktu yang berbeda.
 
Ia menyarankan, warga sebaiknya tidak mengganggu anjing liar apalagi ketika hewan tersebut berada di kawanannya karena biasanya anjing yang menggigit itu yang terganggu.
 
 

Pewarta: Ferri Aryanto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024