Bengkulu (Antara) - Pemerintah Kota Bengkulu mengecam tingkah wisatawan yang melakukan tindakan merusak perairan di destinasi wisata Pulau Tikus.

Wakil Wali Kota Bengkulu Patriana Sosialinda di Bengkulu, Kamis, mengaku menerima laporan adanya wisatawan yang melakukan kegiatan memancing di perairan terumbu karang Pulau Tikus.

"Di situ merupakan rumahnya ikan hias, seperti ikan Nemo, kalau dipancing terus apa lagi yang akan kita lihat ke sana," kata dia.

Memancing di lokasi tersebut juga akan merusak terumbu karang, sedangkan terumbu karang merupakan habitat ikan-ikan hias tersebut.

"Terumbu karang juga sebagai penahan abrasi pulau, kalau ini dirusak pengaruhnya akan besar sekali bagi keberadaan Pulau Tikus," katanya.

Saat ini Pulau Tikus luasnya hanya sekitar 0,6 hektare karena abrasi laut. Awalnya pulau terluar Kota Bengkulu itu luas daratannya sekitar dua hektare.

Kunjungan wisatawan ke Pulau Tikus pada 2016 ini mulai meningkat. Pulau Tikus mulai diminati wisatawan nasional dan asing, oleh karena keindahan alam yang ditawarkan cukup unik di bandingkan lokasi wisata lainnya.

"Di sana ada terumbu karang dengan air jernih, dengan berbagai macam ikan hias, kita bisa lihat dengan menyelam, rasanya seperti di akuarium yang sangat besar," ujarnya.

Untuk mengantisipasi tindakan perusak tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu mulai merancang sejumlah aturan untuk destinasi wisata.

"Saat ini, kita tekankan pada para penyedia perjalanan ke sana, kalau tidak bisa menjaga pengguna jasa mereka, kita akan tindak tegas penyedia perjalanan wisata itu," pungkas Patriana. ***1*** 

Pewarta: Helti Marini Sipayung

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016