Mukomuko (Antaranews Bengkulu) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengajak lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di daerah itu untuk sama-sama mengawasi Pemilu 2019 di daerah setempat.

"Pada Pemilu 2019 tidak ada lagi satu juta relawan. Untuk itu kami mengajak LSM dan ormas di daerah itu mengawasi Pemilu," kata Komisioner Panwaslu Kabupaten Mukomuko Deni Setiabudi di Mukomuko, Rabu.

Panwaslu setempat sebelumnya menggelar sejumlah kegiatan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi Pemilu 2019 di daerah itu.

Panwaslu mengadakan kegiatan itu guna menggandeng kaum perempuan, mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di daerah itu dan tokoh masyarakat mengawasi Pemilu tahun 2019 di daerah tersebut.

Sekarang ini, ia mengajak, LSM dan ormas untuk berpatisipasi sebagai relawan dalam mengawasi Pemilu 2019 dari berbagai bentuk kecurangan.

Ia mengatakan, sudah ada beberapa LSM di daerah itu yang datang ke Panwaslu untuk membantu Panwaslu dalam mengawasi Pemilu 2019 di daerah itu.

Menurutnya, keterlibatan LSM dan ormas itu diatur dalam Undang-undang. Tetapi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi LSM dan ormas menjadi pengawas independen.

Ia menjelaskan, LSM itu harus berbadan hukum, selain itu harus memiliki anggaran sendiri untuk melakukan pengawasan Pemilu di daerah itu.

Ia menyatakan, pihaknya siap menerima LSM dan ormas yang ingin mendaftar sebagai pengawas independen pada Pemilu 2019 di daerah itu.***2***

Pewarta: Ferri Arianto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018