Bengkulu (Antaranews Bengkulu) - Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengunjungi rumah keluarga Tami Julian, warga asal Kota Bengkulu yang menjadi salah seorang korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Segenap jajaran Pemprov Bengkulu mengucapkan belasungkawa dan ikut berdukacita sedalam-dalamnya," kata Rohidin saat berkunjung ke rumah duka, Selasa.

Rohidin mengatakan tragedi jatuhnya pesawat tersebut adalah hal yang tidak dikehendaki, namun sebagai orang beriman kata dia, hanya bisa berpasrah pada kehendak Tuhan.

Baca juga: Flash - Pesawat Lion Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak
Baca juga: Lion Air jatuh di perairan Tanjung Kerawang
Baca juga: Keluarga korban histeris ketahui pesawat jatuh

"Kita hanya bisa berpasrah dan berdoa karena kita tidak pernah tahu apa yang akan menimpa orang-orang yang kita sayangi," ucapnya mencoba menghibur anggota keluarga Tami.

Plt Gubernur juga menyampaikan harapan agar Tami dan seluruh korban penumpang Lion Air lainnya segera diketahui nasibnya dan yang sudah meninggal dunia mendapat tempat yang layak di sisi Allah.

Tami merupakan buah hati pasangan Iriun dan Evrilia yang beralamat di Jalan Timur Indah 3 Kelurahan Timur Indah Kota Bengkulu.

Iriun mengatakan putra bungsunya itu memang sudah dua tahun terakhir bekerja sebagai karyawan Telkomsel di Pangkal Pinang. 

Saat ini pihak keluarga masih menunggu kepastian kabar Tami dari Jakarta. Saat ini rumah kediaman Tami di Timur Indah 3 sudah dipenuhi kerabat keluarga.

Baca juga: Jenazah tak utuh jadi kendala identifikasi korban Lion Air
Baca juga: YLKI pertanyakan tarif murah Lion Air
Baca juga: Pesawat Lion yang jatuh masih baru

Pewarta: Helti Marini S

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018