Biasanya setiap hari menghabiskan di atas 50 kilogram, namun sepekan terakhir paling tinggi 30 kilogram per hari, kata Seorang pedagang jagung di Pasar Panorama Rusli, Jumat.
Ia mengatakan, meskipun permintaan jagung berkurang tapi harga tetap bertahan pada posisi antara Rp5.000-Rp5.200 per kelogram, sedangkan pasokan lancar.
"Kami masih memasok jagung pipilan kering dari Lubuklinggau, Sumsel dan dari wilayah Lampung," katanya.
Permintaan jagung itu hingga saat ini masih dominan dari kalangan peternak dan pengusaha makanan ringan, sedangkan pasokan jagung itu tetap mengandalkan produksi dari provinsi tetangga.
"Biasanya permintaan jagung itu dipesan dari peternak ayam potong, ayam petelur dan industri makanan, setiap hari rata-rata menghabiskan di atas 50 kilogram sekarang turun," ujarnya.
Seorang petani di Kota Bengkulu Mawardi mengatakan, tanaman jagung miliknya saat ini baru berusia satu setengah bulan, sedangkan tanaman sebelumnya gagal tanam akibat terendam banjir.
Tanaman yang kedua ini pihaknya menggunakan bibit unggul, dengan harapan produksinya bisa maksimal dan bisa mengembalikan pinjaman modal.
Ia mengatakan, pada musim tanam 2013 pihaknya masih menggunakan bibit jagung lama dengan produksi antara dua hingga 2,5 ton per hektare, sedangkan bibit jagung temuan peneliti Univeritas Bengkulu (Unib) bisa berproduksi mencapai tujuh ton per hektare.
"Kami sangat mengharapkan bantuan bibit temuan Unib tersebut, sehingga Bengkulu bisa menjadi sentra produksi jagung di Sumatera dan tidak perlu pasokan jagung dari luar daerah lagi," ujarnya.
Tanaman jagung yang bijinya sangat baik untuk pengan ternak adalah kawasan pantai Bengkulu, sedangkan jagung dari Rejang Lebong isinya kurang padat karena daerah itu sangat dingin.
Jagung dari Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang kurang baik untuk dipanen menjadi jagung tua, jagung daerah itu dipanen saat masih muda untuk menjadi jagung panggang atau jagung rebus karena rasanya lebih manis, kata seorang pedagang jagung muda di kawasan obyek wisata Danau Dendam Kota Bengkulu ny, Neneng.
Harga jagung muda berkisar Rp3.000-Rp4.000 per tongkol, jika sudah direbus atau dipanggang dijual Rp5.500-Rp6.000 per jantung, ujarnya.
Pewarta: Oleh Zulkifli Lubis: Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026