Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu berhasil memperkuat basis ketahanan pangan daerah melalui Program Satu Desa Satu Hektare jagung hibrida (SADESAHE) yang melibatkan ribuan desa dengan luasan tanam lebih dari 1.299 hektare.
"SADESAHE bertujuan membangkitkan kembali semangat masyarakat desa untuk bertani sebagai fondasi utama ketahanan pangan. Melalui konsep satu desa atau kelurahan minimal memiliki satu hektare lahan tanam, diharapkan ketersediaan pangan dapat terjaga sejak tingkat paling bawah," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Kamis.
Gubernur Helmi Hasan menyampaikan itu saat kegiatan panen raya komoditas jagung program SADESAHE di Desa Tanah Hitam, Kabupaten Bengkulu Utara.
Dia menjelaskan SADESAHE dirancang untuk mendorong setiap desa atau kelurahan memiliki minimal satu hektare lahan produktif sehingga ketersediaan pangan tidak hanya bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Menurut Helmi keberhasilan program itu tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Hingga saat ini, program SADESAHE telah diikuti oleh 1.298 desa dengan total luasan lahan lebih dari 1.299 hektare yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Pemerintah Provinsi Bengkulu pun memberikan penghargaan berupa hadiah uang tunai untuk memotivasi desa semangat mewujudkan ketahanan pangan dengan satu desa satu hektare lahan pertanian.
Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara meraih juara pertama dan menerima hadiah Rp1 miliar atas keberhasilan mengelola lahan jagung hibrida secara optimal.
Helmi mengimbau agar hadiah tersebut dimanfaatkan untuk memperluas lahan tanam dan dijadikan aset desa guna memperkuat basis ketahanan pangan jangka panjang, bukan untuk kepentingan konsumtif.
"Kalau uangnya dibagikan bisa memicu konflik. Tetapi jika dibelikan lahan, misalnya dari Rp1 miliar menjadi 10 hektare lahan, itu menjadi kebanggaan desa. Dengan begitu, tidak ada lagi desa atau kelurahan yang tidak memiliki lahan pertanian," ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menegaskan penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, desa, kelompok tani, dan penyuluh pertanian.
Ia menilai SADESAHE harus terus dikembangkan sebagai gerakan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga stabilitas pangan dan keamanan di Provinsi Bengkulu.
Rangkaian kegiatan panen raya jagung ditutup dengan penanaman simbolis umbi uwi ungu sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat diversifikasi dan ketahanan pangan berkelanjutan di Bengkulu.
