.....Petugas berhasil mengamankan harimau itu setelah berjalan kaki tiga hari tiga malam karena jarak tempuh ke lokasi kawasan hutan produksi Air Rami ini cukup jauh dan tak bisa dilalui kendaraan.....Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu bersama tim dokter dari pusat terpaksa berjalan kaki tiga malam untuk mengevakuasi seekor Harimau Sumatera (Phantera tigris sumaterae) yang terkena jerat di kawasan hutan produksi terbatas Air Rami, Kabupaten Bengkulu Utara.
"Petugas berhasil mengamankan harimau itu setelah berjalan kaki tiga hari tiga malam karena jarak tempuh ke lokasi kawasan hutan produksi Air Rami ini cukup jauh dan tak bisa dilalui kendaraan," kata Kepala BKSDA Provinsi Bengkulu Amon Zamora, Senin.
Tim medis dari pusat sudah berada di lokasi penyelamatan atau sekitar 12 jam perjalanan dari tempat kejadian perkaran (TKP), di tempat itu sudah ada dokter dan tenaga medis lainnya untuk mengamputasi kedua kaki bagian depan satwa ini karena sudah membusuk.
"Tenaga medis terpaksa mengaputasinya karena kondisinya sudah membusuk, sedangkan kekurangan obat-obatan dan pakan harimau sudah dikirim hari ini, Senin (20/2) ke lapangan bersama kerangkeng bantuan pusat," katanya.
Diharapkan, Rabu (22/2) harimau itu akan dibawa ke kantor BKSDA Bengkulu untuk di rawat, sedangkan bagian tubuhnya masih utuh dan tidak ada bacokan atau tombak seperti harimau kena jerat di Kabupaten Lebong sebelumnya.
Ia mengatakan, harimau sumtara itu betul-betul dijerat pemburu liar karena di sekitar itu petugas mengamankan beberapa jerat lagi, sedangkan lokasinya betul-betul di dalam hutan balantara dan belum ada perambahan disekitarnya.
Kabag Tata Usaha BKSDA Bengkulu Supartono mengatakan, kejadian kali ini berbeda dengan harimau dijerat di Desa Mangku Rajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong atau 112 km dari Kota Bengkulu.
Harimau dijerat di wilayah Kabupaten Lebong, sekujur tubuhnya luka-luka akibat ditombak pemburu liar dan akhirnya mati di pusat kesehatan hewan di Bogor karena tusukan tombak beracon sudah terkena jantung harimau tersebut.
Sedangkan harimau kena jerat di Air Ramai hanya kaki bagian depan diamputasi karena sudah membusuk, akibat kena gesekan sling kawat yang dibuat jerat tersebut. (Z005)
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026