Bengkulu (Antara) - Wakil Gubernur Bengkulu Sultan Najamudin meminta Dinas Pendapatan Daerah meningkatkan pelayanan untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah.

"Pelayanan masih standar, kami meminta agar ditingkatkan sehingga masyarakat nyaman," katanya saat melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Bengkulu, Kamis.

Wagub mengatakan pelayanan di dinas itu harus cepat, tepat, dan nyaman serta mengedepankan transparansi.

Kedatangan Wagub secara tiba-tiba itu disambut Kepala Dispenda Yahiri dan sejumlah staf yang menunjukkan sistem pelayanan di kantor tersebut.

"Yang menjadi sorotan adalah kinerja pegawai Dispenda, termasuk potensi PAD yang belum tergarap," katanya.

Sidak tersebut, kata Wagub, terkait data 2012 yang mencatat penerimaan daerah menurun.

Kepala Dispenda Provinsi Bengkulu Yahiri berjanji akan meningkatkan pelayanan dan fasilitas yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan PAD.

Pada 2013 kata dia Pemda menargetkan PAD mencapai Rp504 miliar atau meningkat dari target pada 2012 yakni sebesar Rp477 miliar.

"Kami harapkan 100 persen terealisasi yakni target Rp504 miliar pendapatan asli daerah pada tahun ini," katanya.

Ia optimistis target tersebut terealisasi mengingat pada 2012 target PAD sebesar Rp477 miliar terealisasi  Rp483 miliar.

Capaian PAD pada 2012 sebesar Rp483 miliar tersebut antara lain berasal dari pajak daerah yakni pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan serta pajak air permukaan sebesar Rp375 miliar.

"Retribusi daerah ditargetkan sebesar Rp8,4 miliar,  terealisasi Rp8,7 miliar," katanya.

Sementara pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, ditargetkan sebesar Rp7,06 miliar, terealisasi  Rp7,636 miliar.

Sedangkan untuk lain-lain pendapatan asli daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp94 miliar, terealisasi  Rp97 miliar.

"Potensi PAD yang tidak tercapai hanya dari pajak daerah air permukaan yaitu dari PLTA Musi dan PLTA Tes," katanya.

Menurutnya, potensi sumber pajak daerah tersebut tidak terealisasi karena terjadi penurunan debit air dan kerusakan alat, sehingga dari target pendapatan Rp6 miliar,  terealisasi hanya Rp3,8 miliar.

Peningkatan target PAD pada 2013, menurutnya, berasal dari potensi pendapatan baru yakni pajak alat berat yang mulai dipungut pada tahun ini.


: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026