"Kami persilahkan tim di desa yang memetakan dahulu batas wilayahnya, sebelum dipasang patok oleh pemerintah," kata Asisten I Administrasi Pemerintahan Kabupaten Mukomuko Edy Rosdy, di Mukomuko, Rabu.
Ia menjelaskan, pihaknya mempersilahkan desa yang membuat tapal batas wilayahnya dengan melibatkan tokoh masyarakat yang lebih mengerti dan mengetahui batas dan sejarah di wilayahnya.
"Jika desa sudah melakukan pemetaaan batas wilayahnya selanjutnya tugas dari tim tapal batas dari kecamatan dan kabupaten yang akan turun melihat letak tapal batasnya," kata dia.
Selain memetakan, kata dia, tugas tim tapal batas desa melengkapi peta desa yang lengkap berbatasan dengan wilayah mana saja.
Kabag Administrasi Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Mukomuko Badi Uzaman merencanakan kegiatan pemasangan patok batas diserahkan kepada setiap desa di daerah itu.
"Kita coba sekarang itu memberdayakan masyarakat desa selain memetakan juga memasang patok permanen di wilayahnya menggunakan dana yang disiapkan dari APBD tahun 2013," ujarnya.
Terkait dengan jumlah desa yang akan dipasang patok batas, menurut dia, sesuai dengan anggaran yang tersedia namun pemasangan patok batas itu diutamakan untuk desa yang aman atau tidak terjadi keributan.
"Untuk desa yang masih berselisih soal tapal batas kemungkinan belum dipasang patoknya sampai ada penyelesaian," ujarnya lagi.
Ia menjelaskan, tujuan dari pemasangan patok batas desa itu untuk kejelasan wilayah sekaligus tertib administrasi pemerintahan.
"Tahun 2014 kegiatan ini akan berlanjut sampai tidak ada lagi desa di daerah ini yang tidak jelas batasnya," ujarnya lagi.
: Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.