"Pada tahun ini Kabupaten Musi Rawas dijadikan pusat percontohan untuk Sumsel dalam program KRPL bersama dengan Banyu Asin. Program ini akan dilaksanakan April nanti karena merupakan perpaduan antara usaha rumah tangga dengan usaha pertanian sayuran, peternakan dan perikanan," kata Kepala Bidang Konsumsi dan Ketahanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Musi Rawas, Achmad Herman, Kamis.
Program KRPL tersebut akan dipusatkan di Desa F-Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo akan melibatkan kaum perempuan yang tergabung dalam kelompok wanita tani setempat yang selama ini telah menjadi binaan BKP Musi Rawas.
Dengan pengembangan usaha pembuatan tapai ubi yang disebut "peyeum Bandung", pembuatan kelanting, emping melinjo, maupun aneka panganan berbahan lokal.
Dalam KRPL itu nantinya kelompok kaum perempuan ini akan mendapatkan bantuan untuk usaha tambahan berupa pengembangan usaha bidang peternakan, perikanan dan pertanian berupa kebun sayuran.
Program ini juga bertujuan menunjang pemenuhan kebutuhan gizi maupun protein warga melalui usaha tambahan seperti pemeliharaan ikan dengan kolam terpal dan sejenisnya atau dari ternak seperti ayam dan itik baik dari daging maupun telur yang dihasilkan.
Selain itu warga juga dapat menjual hasil usahanya selain untuk konsumsi anggota kelompok.
Sementara itu BKP Musi Rawas sendiri kata dia, saat ini tengah melaksanakan program berkebun di pekarangan rumah dengan melibatkan dua desa sebagai pusat percontohan yakni Dusun I, Kelurahan Sumber Harta, Kecamatan Sumber Harta dan Desa Air Lesing, Kecamatan Muara Beliti.
Program kebun sayuran dengan memanfaatkan pekarangan rumah tersebut kata dia, digulirkan setelah melihat potensi yang ada di daerah itu sedangkan pemenuhan kebutuhan sayuran masing-masing keluarga didatangkan dari luar daerah.
Untuk lokasi di Dusun Suka Hati, saat ini jumlah warga yang mulai memanfaatkan lahan pekarangan sebagai kebun sayuran sudah ada lebih dari 50 rumah, dengan jenis tanaman kangkung, kacang panjang, bayam, terong, cabai, gambas, tomat rampai.
Namun bagi warga yang tidak memiliki halaman juga menggunakan polybag atau karung.
Sedangkan di Desa Air Lesing masih dalam tahap sosialisasi dan direncanakan baru dilaksanakan pada April mendatang. Pengelolaan kebun sayuran ini sepenuhnya dilakukan oleh kelompok dasa wisma dibawah naungan ibu-ibu PKK tingkat desa setempat. (KR-NMD)
Editor : Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.