Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak dua warga yang menjalani perawatan di puskesmas di daerah ini diduga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Ada dua warga yang suspek atau diduga terjangkit DBD pada Maret 2022," kata Pengelola Program DBD pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bara Lendra, dalam keterangan di Mukomuko, Rabu.
Ia mengatakan hal itu setelah melakukan rekapitulasi data jumlah warga masyarakat setempat yang positif terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue sejak Januari hingga Maret 2022.
Dinas Kesehatan setempat setiap bulan menerima laporan terkait warga setempat yang terjangkit penyakit DBD dari Puskesmas dan melakukan pengasapan untuk mencegah penularan penyakit DBD.
Ia mengatakan, selain dua warga yang diduga terjangkit DBD, ada satu warga setempat positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD) terhitung sejak bulan Januari hingga Februari 2022.
"Hanya satu warga yang positif terjangkit DBD selama bulan Januari hingga Februari tahun ini karena kemungkinan kesadaran warga setempat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) semakin tinggi," ujarnya.
Ia mengatakan, satu orang warga yang terjangkit DBD tersebut dari wilayah kerja Puskesmas Bukit Mulya, warga ini terjangkit DBD bulan Januari 2022, sedangkan bukan Februari nihil kasus DBD.
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat telah melakukan fogging atau pengasapan di lokasi yang ditemukan kasus, termasuk melakukan penyelidikan epidemologi (PE).
Selanjutnya, ia mengatakan instansinya terus mengimbau camat, lurah dan kepala desa hingga RT dan seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan penularan penyebaran penyakit ini.
Ia menyatakan meskipun kasus demam berdarah dengue (DBD) pada bulan Januari nihil atau tidak ada orang yang positif penyakit ini, namun warga diminta tetap waspada penyakit ini.
Pihaknya menyarankan warga tetap melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penyebaran penyakit DBD saat pendemi COVID-19 tetapi tidak melibatkan banyak orang.
“Kami minta warga di wilayah ini melakukan PSN untuk mencegah penyebaran penyakit DBD tetapi jangan ramai-ramai mereka datang,” ujarnya.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.