Upacara dengan membawa sesaji dan panji-panji ini sebelumnya dimulai pagi hari di Pura Agung Sriwijaya Seduduk Putih Palembang.
Rombongan yang berangkat dengan sesaji kemudian bertolak menuju Danau pinggiran Lapangan menembak. Setibanya di lokasi, usai meletakkan dan merapikan sesaji, para ummat Hindu itu kemudian melakukan ritual sembahyang.
Pada puncak ritual upacara melasti ditandai dengan dilepaskannya seekor bebek hitam dan ayam hitam serta sesaji kecil. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumsel Wayan Telabah menjelaskan rangkaian ritual kali ini memang agak berbeda dari tahun sebelumnya.
"Tahun sebelumnya kami adakan di Sungai Lais Polair, tahun ini kami laksanakan danau lapangan gedung menembak Jakabaring," ujar dia. Tempat pelaksanaan yang berbeda tahun ini disepakati usai audiensi dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.
"Gubernur ingin wilayah Jakabaring Sport City (JSC) ini lebih dikenal dan berkembang menjadi tempat wisata," ujar dia.
Berkaitan dengan acara hari ini, ia menjelaskan ritual itu merupakan ibadah khusus yang dilakukan di perairan.
"Lewat melasti kita mensucikan jiwa dan batin untuk meningkatkan kualitas jiwa kita," ujarnya. Ia menambahkan, dengan melasti umat Hindu menghanyutkan kotoran batin karena sebagai makhluk tidak sempurna dan batin pun sering tercemar. "Ritual ini menghanyutkan kotoran diri supaya bersih secara batin," katanya. (Antara)
: Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026