Padang (ANTARA Bengkulu) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat mencatat tiga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) tidak aktif lagi mendistribusikan BBM sehingga perlu dioperasikan kembali.

Kepala DKP Sumbar Yosmeri di Padang, Minggu, mengatakan dari bebarapa SPBN di Sumbar, pascagempa 30 September 2009, ada tiga tempat pengisian bahan bakar untuk nelayan tidak lagi berfungsi.

"Tiga SPBN yang tidak aktif tersebut sebenarnya dibutuhkan oleh nelayan agar mereka  mudah mendapatkan pasokan bahan bakar. Namun  untuk mengaktifkannya kembali semua kebijakan ada di tangan Pertamina," kata Yosmeri.

Dia menambahkan, DKP telah berulang kali menyurati dan memberikan rekomendasi kepada Pertamina, namun hingga saat ini belum ada balasan untuk mengaktifkan lagi tiga SPBN tersebut.

Di Sumbar sebenarnya terdapat delapan SPBN, dari jumlah itu hanya lima yang masih beroperasi untuk  memenuhi kebutuhan nalayan.

Lima SPBN yang masih aktif tersebut, yaitu satu di Kabupaten Pesisir Selatan, dua di Kota Padang, satu di Kabupaten Agam, dan satu di Kabupaten Pasaman Barat.

Sementara tiga SPBN yang tidak aktif terdapat dua di Kabupaten Pesisir Selatan, dan satu di Kota Padang.

Terkait dengan itu, karena tidak adanya SPBN di Pelabuhan Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, atau di Pelabuhan Bungus, Kota Padang, para nelayan terpaksa mencari solar ke SPBU yang akan menambah ongkos tambahan.

"Kami sudah beberapa kali menyurati dan memberikan rekomendasi kepada Pertamina untuk pengaktifkan SPBN yang tidak beroperasi tersebut, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. Terkait rencana kenaikan BBM bersubsidi, perlu dipikirkan SPBN itu dioperasikan kembali," katanya.

Dengan pengaktifan kembali SPBN tersebut, DKP Sumbar berharap akan dapat meringankan beban para nelayan, terutama untuk mendapatkan bahan bakar minyak yang dibutuhkan untuk melaut setiap hari. (KR-AH/E005)



Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026