Jakarta (Antara) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia Karachi di Pakistan memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban serangan bom oleh teroris di Bandara Internasional Jinnah di Karachi, Pakistan, Minggu (8/6).
"Sampai saat ini dapat dipastikan tidak terdapat WNI yang menjadi korban," kata Konsul Jenderal RI di Karachi Rossalis R. Adenan dalam keterangan yang diperoleh Antara di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan petugas KJRI telah menghubungi seluruh WNI yang ada di Karachi, terutama yang tinggal di sekitar bandara, dan di wilayah lain di provinsi Sindh, Pakistan, yang berjumlah sekitar 200 orang, untuk mengetahui apakah ada WNI yang menjadi korban.
Ternyata, katanya, semua WNI di provinsi itu aman dan tidak ada yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Pada Minggu (8/6) malam, diberitakan lebih dari sepuluh teroris berseragam petugas keamanan bandara dan menggunakan identitas palsu serta bersenjata canggih melakukan penyerangan terhadap Bandara Internasional Jinnah Karachi (BJIK).
Kelompok teroris tersebut memasuki bandara melalui hanggar Isphani milik Pakistan International Airlines (PIA) dekat terminal lama dengan meledakkan pagar bagian belakang gedung tersebut dengan menggunakan granat.
Sebelumnya, para teroris melumpuhkan petugas keamanan bandara (Airport Security Force/ASF) di pintu terminal kargo yang merupakan area bandara dengan penjagaan yang sangat ketat (high security area).
Menyusul peristiwa tersebut, KJRI Karachi langsung melakukan langkah antisipasi dengan menghubungi seluruh WNI yang ada di Provinsi Sindh melalui telepon untuk memastikan kondisi keselamatan mereka.
"KJRI Karachi juga telah menyebarkan edaran tertulis dan memberikan himbauan melalui akun media sosial KJRI Karachi kepada seluruh WNI yang ada di Provinsi Sindh yang jumlahnya sekitar 200 orang untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan jiwa," katanyaa.
KJRI Karachi juga secara langsung telah melaporkan perkembangan situasi tersebut kepada Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa melalui hubungan telepon pada Senin (9/6) dan telah memperoleh arahan langsung untuk mengambil berbagai langkah bagi perlindungan WNI yang ada di Karachi.
Pihak keamanan telah menguasai situasi dan merencanakan segera menyerahkan kembali ke pihak otoritas bandara (Civil Aviation Authority/CAA) untuk dapat mengoperasikan kembali bandara tersebut dan diharapkan Bandara Karachi segera beroperasi kembali secara normal.
KJRI terus memantau perkembangan situasi di Karachi pascaserangan bom yang menewaskan lebih dari 20 orang itu.***1***
