"Mestinya pada bulan April 2012 ditargetkan 2.000 ton pembelian beras lokal untuk mengantisipasi stok pangan 1,7 juta jiwa warga Bengkulu," kata Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Bengkulu Riskan Nasution, di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan, tidak tercapainya target pembelian beras lokal di Bengkulu selama bulan April 2012 karena musim panen petani tidak serentak, sehingga harga pada tingkat pasaran lebih tinggi dari harga pemerintah.
Namun demikian target sebanyak 7.500 ton pada tahun 2012 ini akan diupayakan tercapai meskipun membeli beras dari provinsi tetangga yaitu wilayah Sumsel dan wilayah Lampung.
Pengadaan beras lokal sebanyak 7.500 ton itu tergolong tinggi dalam upaya menopang stok beras di daerah itu, disamping dipasok rutin dari pusat dengan beras berkualitas bahkan beras impor.
"Kita sudah survei ke seluruh sentra produksi beras di Provinsi Bengkulu, namun untuk mencapai sasaran 7.500 beras lokal itu sangat sulit," kata dia.
Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Bengkulu H Arsyad mengatakan, stok beras di gudang yang ada di Bengkulu saat ini seluruhnya 8.500 ton, ditambah pengadaan lokal 1.000 ton dan akan masuk lagi dari Lampung 3.000 ton.
Dengan stok sebanyak itu, sudah mencukupi kebutuhan pangan warga Bengkulu selama lima bulan ke depan, disamping petani secara bergiliran mulai panen dan pembagian beras bagi warga miskin lancar.
"Masyarakat Bengkulu tidak perlu khawatir akan kekurangan beras meskipun musim panen petani sawah tidak serentak, namun stok beras tetap cukup," ujarnya. (zul)
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.