Direktur RSUD Curup Tanzilul Azhar didampingi Kabid Rekam Medis Sri Maryati, Senin, mengatakan persiapan yang mereka lakukan itu menyusul banyaknya pasien terduga DBD yang masuk ke rumah sakit itu baik dari Rejanglebong, maupun dari Kabupaten Lebong dan Kepahiang.
"Saat ini untuk obat-obatan sudah kami tambah termasuk peralatan laboratorium untuk pengecekan darah, ruangan perawat maupun tempat tidur pasien. Untuk ruangan ini jika terjadi lonjakan dan tidak bisa ditampung di ruangan akan disediakan bed tambahan," ujarnya.
Sejauh ini pasien DBD yang ditangani RSUD Curup kata dia, selama Januari 2016 terhitung 25 Januari lalu sudah merawat 33 pasien terduga DBD, dimana dari jumlah itu yang dinyatakan positif sebanyak 25 orang.
"Berdasarkan per 25 Januari jumlah pasien terduga DBD yang masuk kesini sebanyak 33 orang, dari jumlah itu 25 orang dinyatakan positif terkena DBD atau satu hari ada satu kasus warga yang terjangkit DBD. Dari 25 orang yang positif ini yang masih menjalani perawatan ada lima orang," kata Sri Maryati menambahkan.
Kelima pasien DBD yang masih di rawat itu kata dia, terdiri dari tiga pasien anak-anak dan dua pasien lainnya dari kalangan dewasa.
Sementara itu dari jumlah pasien DBD yang dinyatakan positif dan baru terduga yang berobat ke RSUD Curup kata dia, tidak ada yang meninggal dunia. Kalau pun ada satu anak berumur enam tahun yang pada pertengahan Januari lalu sempat diduga menjadi korban DBD, ternyata setelah berdasarkan diagnosa dokter mengidap anemia akut.
Pada 2015 lalu RSUD Curup merawat 123 pasien yang dinyatakan positif terkena DBD, dimana dari jumlah itu tiga diantaranya meninggal dunia. ***4***
Pewarta: Nur MuhammadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.