Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Permintaan jagung pipilan kering di Bengkulu hingga saat ini tetap stabil, meskipun harus bahan bakunya dipasok dari luar Bengkulu.

Kebutuhan jagung itu sebagian besar dipesan dari peternak ayam potong dan ayam kampung serta ternak jenis unggas lainnya, kata Seorang pedagang jagung Totok di Bengkulu, Jumat.

Untuk memenuhi kebutuhan akan jagung itu, pedagang masih memasok dari luar Bengkulu antara lain dari wilayah Lampung dan Sumsel karena produksi lokal belum mencukupi.

Ia mengatakan, produksi jagung lokal sebetulnya bisa mencukupi kebutuhan usaha peternakan ayam lokal, namun ada juga dijual ke luar Bengkulu melalui jalur pedagang pelanggan.

Akibatnya, kebutuhan jagung di Bengkulu belum bisa dipenuhi oleh produduk lokal dan tetap mendatangkan dari luar daerah itu.

Produksi jagung lokal saat ini baru mampu memenuhi kebutuhan peternak sekitarnya saja, sedangkan permintaan jagung juga ada dari berbagai industri makanan, katanya.

"Kami hingga saat ini tetap memasok jagung dari Lampung dan Lubuk Linggau, Sumsel karena produksi petani lokal tidak mencukupi, namun ada juga produksi jagung disentra Rejang Lebong dan Kepahiang dibeli pedagang luar Bengkulu," ujarnya.

Untuk harga pada tingkat pedagang pengecer tetap dijual Rp6.000 dan jagung pipilan olahan dijual pedagang antara Rp6.500-Rp7.000 per kilogram.

Kabid Perdagangan Dinas perdagangan Kota Bengkulu Rahman mengatakan, pasokan jagung itu tergantung musim kadangkala produksi lokal cukup banyak bahkan dijual ke luar Bengkulu.

Namun sebaliknya saat produksi berkurang, pedagang memasok jagung kering dari luar Bengkulu karena kebutuhan jagung bagi pengusaha peternak lokal cukup banyak.

Para petani jagung di Bengkulu selama ini sebagian besar memanfaatkan lahan areal tanaman kelapa sawit muda, bila tanaman sawitnya sudah besar lahan diselah tanaman itu tidak bisa dimanfaatkan lagi, ujarnya. (Ant)



Editor : AWI-SEO&Digital Ads

COPYRIGHT © ANTARA 2026