Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menindaklanjuti instruksi gubernur setempat, Helmi Hasan terkait pemberian pendidikan disiplin bersama TNI dan Polri kepada anak-anak nakal di wilayah setempat.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Rabu, mengatakan sebagai bagian dari satu kesatuan pemerintahan, pihaknya akan mendukung penuh langkah tersebut.
"Karena kita ini satu kesatuan, Pak Gubernur Bengkulu adalah orang tua dari kabupaten dan kota. Maka, instruksi beliau akan kita tindaklanjuti," ujar dia.
Pemkot Bengkulu berencana melaksanakan razia terhadap anak-anak, khususnya sekolah menengah pertama (SMP) yang sering membolos dan berkumpul di luar saat jam belajar.
"Saya sering dapat laporan ada anak-anak SMP, SMA yang kongkow-kongkow, yang bolos ketika jam belajar. Maka, nanti saya minta Satpol PP, TNI, Polri, akan kita razia. Kita bina mereka dan orang tuanya juga akan kita kasih tahu," katanya.
Pemkot Bengkulu saat ini juga sedang mencari format pembinaan khusus bagi anak-anak yang memiliki kreativitas tinggi, namun cenderung menunjukkan perilaku nakal.
Dengan adanya upaya tersebut dapat membangun karakter anak-anak di Kota Bengkulu serta menyelamatkan masa depan mereka dari perilaku negatif.
"Yang berikutnya, ada anak yang betul-betul tingkat kreativitasnya tinggi alias agak nakal sedikit. Nah, itu juga, kami lagi mencari format pembinaan seperti apa. Sehingga, jangan sampai usia-usia di bawah umur tersebut sudah kenal sabu, sudah kenal hal-hal negatif. Jangan sampai," ujar Dedy.
Pemkot Bengkulu juga mengeluarkan surat edaran (SE) untuk seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah tersebut untuk tidak membawa kendaraan bermotor ke lingkungan sekolah guna mencegah aksi balap liar di tingkat pelajar.
Selain meminta agar para siswa tidak membawa kendaraan, Dinas Dikbud Kota Bengkulu juga meminta agar para guru dapat memberikan perhatian kepada siswa ketika dalam kondisi libur.
Selain itu, dibutuhkan peran orang tua terhadap anak agar aktivitas anak saat di luar rumah dapat terpantau, sehingga peran kolaborasi antara guru dan orang tua.
Pewarta: Anggi MayasariUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026