Bengkulu (ANTARA) - Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) mengapresiasi upaya pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) Pertamina untuk Provinsi Bengkulu kembali menggunakan kapal tanker lewat jalur transportasi laut.

"Alhamdulillah, kapal tanker pengangkut BBM telah berhasil bersandar dan melakukan proses discharge ke depot Pertamina di Pelabuhan Pulau Baai, pada hari ini," kata Ketua Umum DPP HPMPI Steven lewat pesan elektronik di Bengkulu, Selasa.

Dia mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi lintas sektor, baik pemerintah pusat maupun daerah, guna memastikan ketersediaan energi dan kebutuhan dasar masyarakat di Provinsi Bengkulu.

"Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, atas diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pelabuhan Pulau Baai dan Enggano. Wakil Presiden RI, atas kunjungan langsung dan komitmen dalam penanganan permasalahan distribusi energi di Bengkulu," kata dia.

Dia juga menyampaikan apresiasi.bagi Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN, atas koordinasi intensif hingga tercapainya kemajuan seperti yang dirasakan saat ini.

"Gubernur Bengkulu beserta Forkopimda, atas kepedulian dan dukungan berkelanjutan. Ucapan terima kasih kami sampaikan pula kepada, Pelindo, Pertamina, Divisi Supply & Distribution serta Retail Fuel Sales Pertamina, awak mobil tangki dari Elnusa Petrofin, vendor transportir yang mengabdi tanpa kenal waktu, rekan media, tim pekerja lapangan, dan kru teknis pengerukan alur pelabuhan," ucapnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel kembali bisa mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Provinsi Bengkulu menggunakan kapal tanker pasca-terbukanya alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

"Terkait kapal tanker yang sudah sandar di Pelabuhan Pulau Baai yaitu Kapal Tanker Srikandi 515 dengan membawa kargo BBM 2.200 kiloliter," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi.

Suplai bahan bakar minyak menggunakan kapal tanker kata Rusminto Wahyudi didistribusikan dari terminal BBM Teluk Kabung, Padang, Provinsi Sumatera Barat.

"Kapal Srikandi 515 membawa, BBM-nya Biosolar," kata dia lagi.

Kemudian pada 17-18 Juli 2025, Pertamina telah menjadwalkan pengiriman BBM jenis Pertalite 1.800 kiloliter dan Pertamax 500 kiloliter menggunakan kapal tanker.

"Selain Biosolar yg sudah masuk (sudah berhasil didistribusikan menggunakan kapal tanker BBM Pertamina), pengiriman selanjutnya yaitu Pertalite dan Pertamax, itu akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketentuan KSOP kelas III Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu," ujarnya.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026