Jakarta (ANTARA) - Kimia Farma mempermudah masyarakat dalam mengakses obat-obatan, alat kesehatan (alkes), serta konsultasi dari apoteker, melalui keberadaan apotek di wilayah terluar, salah satunya Apotek Kimia Farma di Pulau Nunukan, Kalimantan Utara.

“Kami menyediakan obat-obatan dan alat kesehatan yang dibutuhkan masyarakat Nunukan. Kendati berada di wilayah terluar, saya justru merasa senang bisa melayani warga Nunukan yang selama ini kesulitan mendapatkan akses obat-obatan dibandingkan dengan wilayah atau kota lainnya, karena jarak dan letak geografisnya harus menempuh perjalanan laut dan darat,” ujar Pharmacy Manager Apotek Kimia Farma Nunukan Wiwik Bagus Wijayanti dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Secara geografis, Pulau Nunukan terletak paling utara Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Pulau Nunukan dikelilingi oleh laut dan berada di kepulauan terluar Indonesia.

Ia mengatakan keberadaan apotek di wilayah tersebut mencerminkan kehadiran negara di daerah yang berjarak ribuan kilometer dari ibu kota Jakarta.

Keberadaan apotek tersebut memberikan banyak manfaat bagi warga setempat, mengingat akses dari Nunukan cukup jauh ke Tanjung Selor, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Selain ketersediaan obat-obatan yang lengkap, Apotek Kimia Farma Nunukan menjadi satu-satunya apotek di Kabupaten Nunukan yang memberikan layanan BPJS Program Rujuk Balik (PRB) bagi pasien.

Pihaknya juga menjalankan pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Nunukan sesuai standar pelayanan Apotek Kimia Farma di daerah-daerah lainnya.

“Di sini Kimia Farma menjadi rujukan baik bagi warga maupun para pendatang, karena ketersediaan obat-obatan dan alkes yang lebih lengkap. Kami menerapkan standar pelayanan apotek yang sama dengan jaringan Apotek Kimia Farma di wilayah lainnya. Beberapa standar itu seperti ketersediaan apoteker, jam operasional layanan, ketersediaan obat-obatan dan layanan PRB,” ujarnya.

Dalam menjalankan operasional, ia didampingi dua orang yang sehari-hari melayani masyarakat mulai pukul 08.00-22.30 Wita. Sebagai manajer farmasi, Wiwik harus selalu memastikan ketersediaan obat-obatan yang diperlukan masyarakat agar terjaga dengan baik.

“Ini menjadi salah satu tantangan bagi kami sebagai apotek di wilayah terluar dan perbatasan. Kami harus memastikan ketersediaan obat-obatan, jangan sampai terjadi kekosongan agar masyarakat dapat selalu mendapatkan obat-obatan,” katanya.

Pihaknya sedang menyiapkan alternatif pengiriman untuk mempermudah pengiriman obat-obatan dan alkes kepada masyarakat yang tinggal di pulau-pulau sekitar Nunukan. Dengan demikian warga tidak perlu menyeberang pulau untuk datang ke apotek.

“Ini akan sangat membantu warga di pulau-pulau kecil. Saat ini masih menggunakan cara tradisional, misalnya nitip ke keluarga atau orang lain yang pada saat itu sedang berada di Nunukan untuk membelikan obat ke Apotek Kimia Farma. Nantinya, jangkauan pelayanan Apotek Kimia Farma Nunukan juga akan semakin luas hingga ke pulau-pulau sekitar Nunukan,” ujar Wiwik.

Ia juga melakukan layanan homecare dengan langsung mendatangi tempat tinggal pasien. Salah satu pasien itu, Kartini (62) yang berdomisili di Pulau Sebatik.

Ia memberikan edukasi kepada pasien terkait cara penggunaan obat insulin yang akan digunakan pasien. Layanan homecare ini memperoleh sambutan yang baik dari pasien, sehingga pasien mengerti tentang cara penggunaan dan penyimpanan obat insulin.

Bahkan, selepas jam tugasnya di apotek, ia mengaku sering menjawab pertanyaan warga sekitar yang menanyakan seputar penggunaan obat. Edukasi itu bentuk kontribusi terhadap tanah kelahirannya.

Ia berharap, edukasi tentang obat yang diberikan olehnya akan bermanfaat bagi kesehatan pasien.



Pewarta: Citro Atmoko
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026