Bengkulu (ANTARA) - Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) yang terletak di Kota Bengkulu tidak hanya menawarkan pemandangan alami yang memikat, tetapi juga menyimpan kisah sejarah dan legenda yang melekat kuat di tengah masyarakat. Nama unik danau ini diyakini berasal dari cerita cinta yang tidak terselesaikan pada masa lalu, sehingga melahirkan istilah “dendam tak sudah”.
Selain kisah legendaris itu, kawasan danau juga memiliki nilai ekologis penting karena dikelilingi hutan rawa dan beragam flora endemik. Kini, danau ini menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi warga maupun wisatawan.
Seorang pengunjung, Ayu (20) baru-baru ini mengatakan dirinya kerap datang ke danau ini bersama teman-temannya. Ia menilai suasana Danau Dendam Tak Sudah sangat cocok untuk bersantai. “Kalau sore, udaranya sejuk dan pemandangannya indah. Saya sering datang ke sini karena bisa duduk santai sambil lihat orang memancing atau berperahu,” ujarnya.
Selain tempat bersantai, danau ini juga menjadi lokasi aktivitas warga sekitar. Akbar (21), pemuda yang ditemui saat sedang memancing, menuturkan bahwa danau tersebut tidak pernah sepi pengunjung. Menurutnya, keberadaan Danau Dendam Tak Sudah membuat masyarakat memiliki ruang terbuka alami yang mudah dijangkau.
Baca juga: Saat "musim salju" hadir di Bengkulu padahal sedang panas-panasnya
Baca juga: Menikmati sejuknya kebun teh Kabawetan, ikon wisata alam Kepahiang
“Hampir tiap hari ada saja orang yang datang. Ada yang memancing, ada juga yang sekadar ngobrol di pinggir danau. Apalagi kalau akhir pekan, suasananya lebih ramai,” katanya.
Tidak hanya itu, keunikan nama danau ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Edo (20), seorang mahasiswa, mengatakan banyak wisatawan dari luar daerah penasaran dengan cerita di balik namanya.
“Orang sering bertanya kenapa namanya Dendam Tak Sudah. Dari cerita masyarakat, ada kaitannya dengan legenda cinta yang tidak berakhir bahagia. Itu yang bikin banyak orang penasaran datang ke sini,” kata dia.
Selain keindahan dan cerita legenda, Danau Dendam Tak Sudah juga menyimpan potensi ekowisata. Keberadaan hutan rawa dan tanaman endemik di sekitar danau menjadikannya kawasan yang perlu dijaga kelestariannya. Warga berharap pemerintah daerah dapat terus memperhatikan kebersihan dan pengelolaan fasilitas agar wisatawan semakin nyaman berkunjung.
Selain itu, danau ini juga menjadi tempat yang ramai dikunjungi untuk berbagai kegiatan santai dan interaksi sosial. Kombinasi antara keindahan alam, cerita legendaris, dan suasana ramai pengunjung membuat Danau Dendam Tak Sudah tetap menjadi ikon wisata Bengkulu yang hidup dan meninggalkan kesan bagi siapa pun yang datang.
Baca juga: Dari kolonial hingga kemerdekaan: cerita sejarah Kota Tuo Bengkulu
Baca juga: Kemenpar sebut seblak dikenal dunia karena gen Z aktif buat ulasan
Danau Dendam Tak Sudah
Pewarta: Lira MelaniEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026