Bengkulu (ANTARA) - Wakil Gubernur Bengkulu Mian terus berupaya memastikan stabilitas harga bahan pokok saat periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Ada kenaikan harga sedikit di minyak goreng serta bawang putih dan merah karena kondisi cuaca. Tetapi, harga bawang dua minggu lalu tidak naik signifikan," katanya di Bengkulu, Rabu.
Mian menyatakan pemerintah daerah terus meningkatkan kordinasi dengan beberapa pihak untuk menggelar operasi pasar demi menekan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.
"Solusinya adalah kita menggelar operasi pasar guna menekan harga ini," kata dia.
Selain itu, Mian juga melakukan inspeksi mendadak bersama jajaran dan para pihak terkait ke pasar tradisional, seperti Pasar Panorama sebagai langkah memantau harga bahan pokok.
Saat melaksanakan sidak, Wakil Gubernur meninjau beberapa lapak bahan pokok seperti beras, minyak goreng, ayam potong, bawang merah, cabai, daging sapi serta telur ayam.
"Pemerintah Provinsi Bengkulu berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bengkulu, Disperindag, didampingi kepala BI, kepala Bulog, saat ini sudah memasuki minggu ketiga Desember, sudah menjadi keharusan melakukan inspeksi, observasi untuk memastikan harga bahan pokok stabil di pasaran," kata Mian.
Berikut harga bahan pokok yang disidak Wakil Gubernur Bengkulu di Pasar Panorama, yakni bawang putih Rp60.000 per kilogram, bawang merah Rp 60.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp50.000 per 30 butir.
Lalu, beras SPHP Rp60.000 kemasan lima kilogram, ayam potong Rp40.000 per kilogram, minyak goreng kemasan satu liter Rp15.700, dan cabai merah keriting Rp80.000 per kilogram.
