Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyebutkan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah ini pada tahun 2025 ada 120 kasus, sehingga turun drastis dibanding 2024 lalu.
Kabid Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Hamdan di Mukomuko, Jumat, mengatakan, pada tahun 2024 kasus DBD di Kabupaten Mukomuko mencapai 587 kasus.
"Kasus DBD menurun karena kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam melakukan PSN dan 3M," katanya.
Menurut dia, mereka sudah paham cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M atau menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas.
Selain itu, kata dia pula, bubuk abate yang berfungsi untuk membunuh jentik nyamuk DBD dalam wadah air dibagikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kalau masyarakat butuh abate mereka bisa mendapatkan di puskesmas terdekat di wilayahnya dan abate ini dibagikan gratis," ujarnya.
Memasuki tahun 2026 ini, dia mencatat, sudah ada dua warga yang positif DBD, apalagi awal tahun ini musim hujan, maka harus waspada lagi, untuk itu PSN harus ditingkatkan lagi.
Untuk itu, instansinya, selalu mempersiapkan abate, begitu juga fogging disiapkan, cuma di awal tahun ini belum ada anggaran untuk melaksanakan fogging.
Selain itu, instansinya tahun ini telah menyediakan sebanyak 10 alat fogging dan racun untuk melakukan pengasapan di lokasi yang ditemukan adanya kasus DBD.
Kemudian, kader dinas ini yang tersebar di 17 puskesmas rutin memberikan penyuluhan kepada masyarakat sebagai upaya untuk membentuk juru pemantau jentik (jumantik) setiap rumah warga daerah ini.
