Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengandeng semua perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 100 persen di daerah tersebut.
"Kita berharap memang ada 'cost sharing' atau pembagian biaya dari perusahaan, itu lah mengapa ada program Srikandi untuk menangani warga-warga di sekitar baik CSR atau segala macam," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Jajad Sudrajat di Mukomuko, Senin.
Dukungan dari perusahaan tersebut, kata dia, bisa saja untuk mantan karyawannya yang ditangani oleh mereka sehingga pemerintah daerah terbantu, dan masyarakat juga Terlayani dengan bagus.
Dia menyebutkan, sebanyak 99 persen dari 203 ribu jiwa warga yang tersebar di Kabupaten Mukomuko telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, dari jumlah tersebut 84,9 persen yang aktif.
Harapannya, keaktifan peserta BPJS itu menjadi lebih tinggi dibanding sebelumnya, makanya salah satu upaya dengan gotong royong maka semua akan tertolong.
Karena BPJS Kesehatan ini kan prinsipnya gotong royong jadi cost sharing yang mampu membiayai yang tidak mampu atau semacam subsidi silang.
"Jadi dengan begitu, diharapkan masyarakat kita tidak ada yang tidak terlayani," ujarnya.
Dia mengatakan, memang peran pemerintah daerah dan bupati mempunyai visi misinya program ini dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan, salah satunya itu. Salah satunya itu.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko tahun ini menerima penghargaan cakupan kepesertaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk daerah kategori pratama.
Menurutnya, penghargaan ini awal mulai dari pemerintah daerah melangkah lebih jauh untuk mewujudkan UHC 100 persen baik itu dari jumlah maupun dari keaktifan.
Dia mengatakan, sehingga diharapkan seluruh warga Mukomuko tidak ada lagi yang tidak ditangani oleh BPJS Kesehatan.
