Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengatakan sekitar 350 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Mukomuko yang menjalani pengobatan baik di rumah sakit jiwa Kota Bengkulu maupun yang di rumahnya masing-masing.
"Jumlah terduga kasus ODGJ di Mukomuko cukup banyak, tahun kemarin lebih kurang 350 orang, dari sebanyak ratusan orang yang sudah dikirim, ada yang dikembalikan ke kita untuk menjalani pengobatan di daerah ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Jajad Sudrajat di Bengkulu, Senin.
Dia mengatakan hal itu usai melakukan pertemuan dengan Direktur Rumah Sakit Khusus Jiwa (RJKJ) Bengkulu di Kota Bengkulu terkait kesinambungan layanan pasien jiwa asal daerah tersebut
Karena perlakuan atau pelayanan kesehatan terhadap pasien jiwa dan pasien umum berbeda. pasien jiwa ada tindak lanjut pengobatan setelah mereka pulang ke rumah.
Jajad mengatakan, dari pembicaannya dengan Direktur RSKJ Bengkulu ternyata mereka punya program untuk melakukan sosialisasi terkait pelayanan terhadap pasien jiwa ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko.
"Nanti kita undang mereka untuk hadir. Kira-kira langkah diambil setelah pasien pulang, lalu kunjungan rumah dan lain sebagai dan termasuk tindakan medis lain yang harus dilakukan," ujarnya.
Selain itu, pihaknya kemarin komplein juga terkait jumlah pasien diajukan di RSKJ yang mana pelayanan hanya sebentar selama seminggu, padahal standarnya 22 hari.
Setelah pihaknya datang ternyata mereka sedang melakukan renovasi gedung, sekarang sudah selesai dan pelayanan kesehatan bagi pasien jiwa kembali normal.
Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan daerah ini tidak hanya bekerjasama dengan RSKJ Bengkulu saja, termasuk rumah sakit jiwa di Padang Sumatera Barat karena jumlah terduga kasus ODGJ di Mukomuko cukup banyak.
"Kita khawatir kalau tidak ditindaklanjuti itu akan jadi masalah bagi kita, makanya penjajakan di Bengkulu untuk mengetahui kemampuan rumah sakit terbatas atau tidak," ujarnya.
Pihaknya belum lama ini sudah ada komunikasi awal dengan pihak rumah sakit jiwa di Sumbar, Insya Allah pasien jiwa asal daerah ini bisa diobati di Sumbar.
