Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengajukan rencana kawasan industri yang akan dibangun terintegrasi dengan Pelabuhan Pulau Baai dapat masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) guna mempercepat realisasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kawasan industri ini sudah kita ajukan agar bisa masuk PSN pemerintah pusat," kata Asisten II Setda Provinsi Bengkulu RA Denni di Bengkulu, Sabtu.
Dia mengatakan kawasan industri yang berada di wilayah Pelabuhan Pulau Baai dinilai strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi Bengkulu.
Denni mengatakan semakin cepat kawasan industri tersebut terealisasi makan semakin cepat pula akselerasi perekonomian Bumi Merah Putih tumbuh menjangkau target nasional.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga meminta Pelindo menjalin kerja sama dengan pihak ketiga guna percepatan realisasi pengembangan kawasan industri.
Denni menyebutkan Gubernur Bengkulu telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pengelola kawasan industri, termasuk kawasan industri Kawasan Industri Medan (KIM) di Medan, Sumut, serta kawasan industri di Surabaya, Jatim, sebagai langkah membangun koneksi kawasan industri.
"Kita berharap Pelindo tidak hanya fokus pada bongkar muat batu bara, tetapi juga mengembangkan kawasan industri yang memberi nilai tambah," kata dia.
Denni mengatakan salah satu kendala dalam mewujudkan kawasan industri karena wilayah yang direncanakan belum ada dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bengkulu sebagai kawasan industri.
Namun, proses revisi RTRW Kota Bengkulu tengah berjalan dan ditargetkan selesai paling lambat pertengahan tahun ini.
Jika revisi RTRW rampung, kata Denni, kawasan industri tersebut akan memiliki kepastian tata ruang sehingga memudahkan realisasi pembangunan serta kerja sama investasi dengan pihak ketiga.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap dukungan pemerintah pusat melalui penetapan PSN dapat mempercepat realisasi kawasan industri dan tentunya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, mengakselerasi UMKM, sektor transportasi, distribusi, keuangan, bahkan termasuk pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026