Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Resor Mukomuko, Provinsi Bengkulu, meningkatkan patroli secara rutin dan skala besar pada jam-jam rawan, yakni saat menjelang berbuka puasa, waktu salat tarawih, serta menjelang sahur, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. 

"Jajaran kami siap meningkatkan patroli rutin dan patroli skala besar pada jam-jam rawan, khususnya saat menjelang berbuka puasa, waktu salat tarawih, serta menjelang sahur, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," kata Kapolres Mukomuko, Riky Crisma Wardana di Mukomuko, Selasa.

Dia mengatakan hal itu usai mengikuti kegiatan apel siaga dalam rangka menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Lapangan Apel Markas Polres Mukomuko, Selasa sore.

Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Mukomuko Choirul Huda, dan didampingi Kapolres Mukomuko, Riky Crisma Wardana dan dihadiri oleh Wakil Bupati Mukomuko, Ketua DPRD Mukomuko, perwakilan Kejaksaan Negeri Mukomuko.

Pejabat Utama Polres Mukomuko, unsur TNI, serta instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, Damkar, Satpol PP, Basarnas, Senkom, dan unsur pendukung lainnya.

Melalui Apel Siaga Kamtibmas ini, Polres Mukomuko menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan cepat polisi dekat dengan mengedepankan semangat Gercep (Gerak Aktif, Empati Masyarakat, Respon Cepat, Cermat Bertindak, Efektif dan Efisien, serta Profesionalisme). 

Menurutnya, dengan kesiapan personel dan soliditas lintas sektor, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Mukomuko selama Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, tenang, dan penuh kenyamanan.

Bupati Mukomuko Choirul Huda menegaskan bahwa Apel Siaga Kamtibmas ini dilaksanakan sebagai langkah kesiapsiagaan bersama untuk menciptakan rasa aman bagi umat Islam dalam menjalankan rangkaian ibadah Ramadhan, mulai dari puasa di siang hari, pelaksanaan salat tarawih pada malam hari, hingga aktivitas sahur di waktu dini hari.

Dia menilai, perlunya langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas seperti maraknya geng motor serta tawuran remaja dan anak muda, yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah dan ketertiban umum. Seluruh personel diimbau untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta penegakan hukum yang tegas dan terukur.

 



Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026