Kota Bengkulu (ANTARA) - Sorotan terhadap penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menguat di ruang publik. Isu ini mencuat di tengah polemik konten Dwi Sasetyaningtyas terkait status kewarganegaraan dua anaknya yang disebut berstatus WNA Inggris.
Di tengah perdebatan tersebut, nama selebritis Tasya Kamila ikut terseret. Sejumlah warganet mempertanyakan kontribusinya sebagai alumnus LPDP, mengingat saat ini ia lebih dikenal menjalani peran sebagai ibu rumah tangga dan figur publik.
Tasya merupakan lulusan program magister Public Administration in Energy and Environmental Policy di Columbia University pada periode 2016–2018 dengan dukungan beasiswa LPDP. Ia kemudian kembali ke Indonesia untuk menjalani masa bakti sesuai ketentuan program.
Menanggapi komentar yang mempertanyakan kiprahnya, Tasya menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan masa baktinya telah dituntaskan.
“Izin laporan, boss! Terima kasih @lpdp_ri atas kepercayaannya. Alhamdulillah telah selesai masa bakti. Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi,” tulisnya.
Baca juga: LPDP jatuhi sanksi kepada 44 penerima beasiswa yang langgar aturan pengabdian
Baca juga: Purbaya: Dana beasiswa LPDP berasal dari pajak rakyat
Dalam unggahannya, Tasya memaparkan enam kontribusi selama masa bakti LPDP periode 2018–2023:
1. Komitmen kembali ke Indonesia
Tasya menyatakan telah memenuhi kewajiban 2n+1 pascalulus dengan kembali dan menetap di Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional kepada negara.
Pewarta: Vonza Nabilla SuryawanEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026