Misalnya, program cetak sawah baru untuk memperkuat swasembada pangan, penguatan Koperasi Merah Putih, pembangunan sekolah rakyat dan sekolah garuda, serta peningkatan layanan kesehatan menjadi bagian dari arah besar pembangunan Indonesia. Semua agenda tersebut membutuhkan konektivitas yang baik di tingkat daerah.

Program cetak sawah baru contohnya, memerlukan distribusi alat dan mesin dan hasil pertanian melalui jalur-jalur utama provinsi sebelum menjangkau kawasan produksi.

Jalan provinsi yang lebih mantap tentunya dapat memastikan arus logistik berjalan lancar dari pusat distribusi ke wilayah pengembangan. Target swasembada pangan pun memperoleh dukungan konkret melalui efisiensi distribusi hasil produksi ke pasar regional.

Di sektor ekonomi lain, penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih juga memerlukan akses transportasi yang efisien untuk mendistribusikan produk antarwilayah. Jalan yang mulus berfungsi sebagai jalur utama yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar yang lebih luas.

Biaya logistik yang lebih terkendali akan lebih berdampak pada peningkatan daya saing produk lokal. Tidak hanya itu, pada sektor pendidikan pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang sedang diikhtiarkan Pemerintah Pusat tentu membutuhkan konektivitas yang baik agar siswa dan tenaga pendidik dari berbagai wilayah dapat menjangkaunya dengan lebih mudah.

Distribusi sarana pendidikan dari pusat ke daerah pun berjalan lebih efektif ketika kondisi infrastruktur dapat memberikan dukungan optimal.

Penguatan layanan kesehatan juga berkaitan langsung dengan akses jalan. Rumah sakit rujukan yang berada di pusat kabupaten atau kota dan ibu kota provinsi sangat bergantung pada kelancaran jalur utama untuk menerima pasien dari berbagai wilayah.

Kondisi jalan yang lebih baik membuat waktu tempuh yang lebih singkat dan respons layanan yang lebih cepat, hal ini akan sangat berarti demi memastikan penanganan kesehatan yang terbaik buat pasien. Jadi, kesehatan tidak hanya menyoal status rumah sakit, dan kelengkapan SDM serta fasilitasnya.

Ada sisi lain yang juga ikut mendukung dan penting demi masyarakat mendapatkan pelayanan yang tepat, segera dan optimal, yakni dari sisi infrastruktur jalan. Bahkan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga memperkuat pelayanan ini dengan mendistribusikan ratusan unit ambulans gratis ke desa-desa di seluruh wilayah provinsi.

Kebijakan membangun pemerintahan daerah itu menegaskan pembangunan jalan provinsi merupakan bagian dari strategi besar daerah dalam menopang agenda nasional memang ikut memberikan andil penting.

Pemerintah pusat menetapkan arah kebijakan pembangunan Indonesia dengan berbagai program yang di antaranya melalui sektor pangan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, dan kesehatan. Kemudian, pemerintah daerah memastikan infrastruktur konektivitasnya siap mendukung arah tersebut.

Dengan selesainya pembangunan sepanjang 172 kilometer melalui program “Jalan Mulus”, Bengkulu menunjukkan peran daerah bukan sekadar pelaksana, melainkan penguat kebijakan nasional.

"Seluruh jalan kewenangan provinsi akan kita baguskan. Memang tidak bisa tuntas dalam setahun, setidaknya butuh Rp2,5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Namun, kita mulai dengan optimisme," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
 

Dukung Asta Cita Presiden lewat 21 program

Secara spesifik, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto  lewat 21 program unggulan pemprov di 2026.
 



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026