Program-program unggulan tersebut dirancang agar selaras dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program prioritas adalah percepatan peningkatan kualitas jalan dan jembatan provinsi melalui Program Seribu Jalan Mulus yang difokuskan untuk memperlancar distribusi hasil swasembada serta mendukung ketahanan pangan.
Untuk mendukung program itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp477 miliar pada 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan pembangunan dan konektivitas antar wilayah.
Selain infrastruktur, kebijakan daerah juga menargetkan perwujudan Universal Health Coverage dengan menjamin seluruh masyarakat mendapatkan BPJS gratis serta meningkatkan pelayanan kesehatan melalui penyediaan ambulans gratis dan pengembangan layanan rumah sakit khusus kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
Di sektor ekonomi, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UKM, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mengoptimalkan peran BUMD ikut menjadi fokus di 2026 ini guna memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.
Pemprov Bengkulu juga mengupayakan peningkatan infrastruktur Pelabuhan Pulau Baai, Bandara Fatmawati, dan kereta api, pembebasan lahan PTPN VII untuk pembangunan kawasan wisata, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah.
Hal yang termasuk menjadi perhatian penting terkait penyelarasan pembangunan ekonomi pada sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata, dan pertambangan dengan mengutamakan hilirisasi berbasis pembangunan berkelanjutan.
Kemudian, fokus penyediaan moda angkutan darat perkotaan, stabilisasi harga dan ketersediaan BBM subsidi di Pulau Enggano, perwujudan Bengkulu sebagai kawasan konservasi hutan lindung dunia hingga evaluasi kasus agraria dan pertambangan tidak lupa masuk dalam 21 program prioritas.
Program cetak sawah baru serta perbaikan dan peningkatan irigasi juga menjadi bagian dari strategi mendukung ketahanan pangan yang sejalan dengan agenda nasional swasembada pangan.
Di bidang sosial dan pendidikan, Pemprov Bengkulu menjalankan Program Merdeka Ijazah, pengangkatan dan penyantunan anak yatim, serta peningkatan kerukunan antar umat beragama sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Pemprov juga mengupayakan peningkatan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kenaikan TPP, pemberian insentif, serta penyediaan jasa medis.
Suara warga
Perubahan kondisi jalan provinsi tak hanya tercermin dari angka panjang dan besaran anggaran. Di lapangan, perubahan itu terasa langsung oleh masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.
Di ruas Air Lang-Desa Apur serta Palak Curup-SP III Karang Baru, Kabupaten Rejang Lebong contohnya, kebahagiaan warga terlihat nyata. Jalan yang selama bertahun-tahun rusak, berlubang, dan kerap dikeluhkan, kini berubah menjadi mulus dan nyaman dilalui.
Bagi warga, jalan provinsi bukan sekadar hamparan aspal semata. Inilah jalur utama menuju kebun, akses mengangkut hasil panen, hingga penghubung antarwilayah. Jika sebelumnya perjalanan kerap terhambat karena banyak kerusakan, kini kendaraan dapat melintas lebih lancar tanpa rasa khawatir.
Kepala Desa Air Lang Jumari mengungkapkan bahwa ruas di wilayahnya itu sudah puluhan tahun rusak dan baru kali ini diperbaiki secara menyeluruh.
Hal senada disampaikan Camat Binduriang Eliyenti yang menyebut ruas jalan menjadi poros utama aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Palak Curup dan Binduriang.
Warga setiap hari lewat jalan tersebut untuk berkebun dan membawa hasil kebun dan sangat terbantu dengan jalan yang kini sudah mantap.
Di belahan kabupaten lain, yakni di Bengkulu Utara warga juga telah merasakan kehadiran jalan mulus dalam menopang berbagai akses dan aktivitas masyarakat setiap hari.
Pewarta: Boyke Ledy WatraUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026